KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Upaya pemerataan layanan kesehatan di Kalimantan Timur terus digenjot. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mencatat hingga 2026 ini sudah ada 21 dokter spesialis yang didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota, meski kebutuhan riil di lapangan masih jauh dari ideal.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pengadaan dan penempatan dokter spesialis menjadi program prioritas yang kini memasuki tahun kedua. Distribusi dilakukan berdasarkan permintaan daerah yang masih kekurangan tenaga medis. “Sampai Desember nanti, sudah ada sekitar 21 dokter spesialis yang kita kirim ke beberapa kabupaten/kota,” ujarnya.
Beberapa daerah dengan kebutuhan tinggi di antaranya Berau dan Kutai Timur. Namun pengiriman dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan tenaga. “Berau minta tujuh, kita kirim dulu enam. Kutim ada tujuh, Mahulu dua, Kubar dua, dan nanti Paser juga akan kita penuhi,” jelasnya.
Menurut Jaya, skema pemenuhan tenaga spesialis ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk dalam pembiayaan dan pemberian insentif.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan, khususnya di daerah yang selama ini minim tenaga spesialis. “Ini bagian dari komitmen kita agar pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur bisa lebih merata,” tegasnya.
Adapun jenis dokter spesialis yang paling dibutuhkan saat ini adalah spesialis penyakit dalam, bedah, dan anak tiga layanan dasar yang wajib tersedia di rumah sakit. Meski distribusi terus dilakukan, ia mengakui kebutuhan dokter spesialis masih belum terpenuhi sepenuhnya. Idealnya, setiap rumah sakit memiliki minimal lima dokter spesialis.
“Kalau dibilang sudah cukup, tentu belum. Kita penuhi dulu yang mandatori. Ke depan jumlahnya pasti akan kita tambah lagi.” tutupnya. (mell)