KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Massa aksi dari berbagai elemen mulai berkumpul di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Di tengah aksi tersebut, sejumlah orang dari kelompok penyandang disabilitas turut menyuarakan tuntutan mereka.
Perwakilan Forum Peduli Penyandang dan Aktivis Disabilitas Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Ali, menyebut keikutsertaan mereka dalam aksi ini menjadi yang pertama kalinya. “Alhamdulillah, ini baru pertama kalinya kami di Provinsi Kalimantan Timur untuk aksi seperti ini,” ujarnya.
Ali menjelaskan, aksi ini dipicu oleh hilangnya Bantuan Sosial Terencana (BST) yang sebelumnya rutin diterima penyandang disabilitas setiap tahun. Program tersebut, kata dia, telah berjalan sejak masa kepemimpinan Awang Faroek Ishak (AFI) meski dengan jumlah penerima terbatas.
Pada periode Gubernur Isran Noor, cakupannya meningkat signifikan hingga menjangkau ribuan penerima. “Dari zaman gubernur sebelumnya sampai Isran itu ada, setiap tahun kami dapat. Sekarang tidak ada sama sekali, itu yang membuat kami turun ke jalan,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, sebelumnya pihaknya sempat berupaya melakukan audiensi dengan Pemprov Kaltim. Namun, tidak membuahkan hasil. Kehadiran mereka dalam aksi ini pun menjadi upaya lanjutan memperjuangkan tuntutan.
Selain BST, mereka juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan yang dinilai belum inklusif, serta layanan BPJS yang disebut banyak tidak aktif. “Tenaga kerja itu masih pilih-pilih, kami tidak diberi kesempatan. Terus BPJS juga banyak yang tidak aktif,” jelasnya.
Lewat aksi nyata ini, pihaknya berharap pemerintah dapat mengembalikan BST seperti sebelumnya, sekaligus memperhatikan akses layanan kesehatan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. “Yang jelas kami menginginkan BST itu kembali seperti semula. Terus BPJS dan tenaga kerja juga harus diperhatikan.” pungkasnya. (mell)