KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud akhirnya angkat bicara terkait tantangan debat terbuka yang dilayangkan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul). Respons tersebut disampaikan lebih dari sebulan setelah aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Kaltim.
Rudi menilai, saat ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat. Ia menegaskan pemerintah provinsi tengah fokus menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saat ini bukan waktunya berdebat. Kita harus bekerja, karena wilayah Kaltim luas dengan 10 kabupaten/kota yang membutuhkan perhatian untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, Pemprov Kaltim kini memprioritaskan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM), khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018.
Ia juga menilai debat memiliki momentum tersendiri, seperti pada masa pemilihan umum. Untuk itu, interaksi dengan mahasiswa dinilai lebih tepat dilakukan melalui dialog.
“Kalau dengan mahasiswa, lebih baik dialog. Debat itu ada waktunya,” katanya.
Rudi mengajak mahasiswa untuk berperan aktif mengawal jalannya program pemerintah daerah, terutama target yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Selain itu, ia membuka ruang diskusi antara mahasiswa dan jajaran pemerintah daerah, baik melalui sekretaris daerah maupun organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai bidangnya.
“Silakan berdiskusi dengan OPD terkait. Tidak harus selalu dengan kepala daerah,” tutupnya.