desain sukseskan kukar idaman terbaik

Pusat Pangkas Anggaran, Program GratisPol Aman, Dua Rumah Sakit Baru Dibangun Tahun Depan

whatsapp image 2025 09 06 at 11.14.47 78eafab7
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin.

KALTIMVOICE,SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan program Gratis Pol bidang Kesehatan tetap berjalan penuh meski ada pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan pemangkasan tersebut tidak menyentuh program daerah sehingga layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tetap aman.

Menurut Jaya, yang terkena dampak pemangkasan adalah bantuan dari kementerian, khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Kementerian Sosial. Namun, masyarakat yang tidak lagi masuk daftar tetap bisa mendapat perlindungan kesehatan melalui program Gratis Pol, karena mereka otomatis kembali terdaftar sebagai peserta BPJS lewat jalur Pemprov.

“Tidak ada. Kita pastikan itu tidak ada,” ucap Jaya, Sabtu (6/9/2025).

Ia menambahkan, komitmen Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud justru makin kuat dalam memperluas akses layanan kesehatan. Tahun depan, pemerintah daerah bahkan menyiapkan pembangunan dua rumah sakit baru.

Satu rumah sakit direncanakan dibangun di kawasan Korpri Samarinda dengan target naik kelas menjadi tipe A, sedangkan satu lagi di Kabupaten Kutai Barat yang akan berstatus tipe B.

“Artinya tidak ada masalah dengan itu. Karena memang programnya Pak Gubernur kan memang yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk kesehatan,” jelas Jaya.

Selain layanan Gratis Pol, Pemprov juga menggulirkan program pemeriksaan kesehatan gratis yang pelaksanaannya diserahkan ke Puskesmas. Anggaran sekitar Rp5 miliar disiapkan untuk mendukung kegiatan ini, termasuk biaya pemeriksaan rutin hingga kebutuhan logistik penunjang.

Program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan layanan kesehatan dasar secara merata di seluruh daerah.

Untuk pembangunan rumah sakit baru, Dinas Kesehatan memastikan sumber pembiayaan berasal dari APBD. Pada tahap awal, Pemprov mengalokasikan sekitar Rp290 miliar untuk pembangunan fisik. Jika berjalan lancar, tahap pertama ditargetkan selesai tahun depan, kemudian dilanjutkan dengan pengadaan mebel serta alat kesehatan pada tahun berikutnya.

“Sudah 290 berapa itu untuk tahun pertama ya, mudah-mudahan selesai di tahun pertama. Baru nanti tahun kedua kita anggarkan untuk mebel dan alat kesehatan,” pungkasnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *