merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Puluhan Pelajar Kaltim Dalami Teknik Bermain hingga Sejarah Alat Seni Gambus Bersama Para Maestro

whatsapp image 2025 09 22 at 15.42.45 633940a8
Foto bersama Plt Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Herdiansyah beserta maestro seni musik (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Gambus, sebuah alat musik yang sering dianggap kurang populer di kalangan generasi muda menghidupkan suasana di Taman Budaya Kaltim. Instrumen lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya Bumi Etam ini dikenalkan kepada para pelajar yang ingin mengenal lebih dekat alat musik tradisional tersebut, Senin (22/9/25).

Program “Belajar Bersama Maestro Musik” yang digelar UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Dalam rangkaian acara yang berlangsung dari 22-25 September 2025 di Gedung Rinjani Taman Budaya Kaltim, para peserta memiliki kesempatan untuk langsung mempelajari cara memainkan gambus, membuat alat musik tersebut, serta memahami lebih dalam sejarah dan peranannya dalam kebudayaan Kaltim.

Tiga narasumber utama dalam kegiatan ini, yakni Juwita, seorang penampil gambus perempuan di Kaltim; Asril Gunawan, seorang etnomusikolog dari Universitas Mulawarman; serta Syarifuddin atau Katal, seniman lokal yang telah lama menghidupkan tradisi gambus. Ketiganya membimbing peserta menelusuri perjalanan panjang alat musik tersebut dari masa ke masa.

Diikuti puluhan pelajar dari lima sekolah menengah atas dan empat sanggar budaya di Samarinda, kegiatan ini memberikan kesempatan emas bagi para peserta. Mereka tidak hanya menerima pengetahuan teori, tetapi juga berpraktik langsung bersama maestro seni musik. Selain itu, Widagdo Budi Prayogo juga memberikan materi pengantar mengenai sifat dasar seni agar memperkaya pemahaman para peserta.

Plt Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Herdiansyah, yang membuka acara tersebut, menyampaikan pesan yang menginspirasi kepada generasi muda. Ia mendorong para peserta agar mengikuti kegiatan dengan antusiasme tinggi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengetahuan dan keterampilan yang nantinya dapat mereka terapkan pada kehidupan sehari-hari.

“Adik-adik jangan takut belajar. Ini kesempatan langka. Gunakan sebaik-baiknya, gali ilmunya dan jangan segan bertanya,” ujar Herdiansyah.

Ia juga menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan semata, melainkan sebuah ruang agar menumbuhkan rasa kecintaan terhadap seni tradisi yang akan berguna bagi masa depan generasi penerus.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, harapannya adalah menghidupkan kembali seni gambus di kalangan anak muda Kaltim, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya daerah. Seiring dengan waktu, diharapkan akan lahir seniman muda yang tak hanya mengenal, tetapi juga siap melestarikan dan meneruskan warisan budaya Kalimantan Timur ke generasi berikutnya. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *