KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kalimantan Timur kembali menerima bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden RI berupa hewan kurban. Tahun ini, sebanyak 13 ekor sapi disiapkan untuk disalurkan ke berbagai daerah di Benua Etam hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan bobot fantastis yang bahkan menembus 1,07 ton.
Menariknya, sapi-sapi berbadan jumbo tersebut dipilih langsung dari peternak dan kelompok ternak lokal di Kalimantan Timur sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan peternakan daerah.
Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani, mengatakan bantuan kemasyarakatan Presiden itu akan dibagikan ke 10 kabupaten/kota di Kaltim, satu ekor untuk tingkat provinsi, dan dua ekor khusus untuk kawasan IKN.
“Total ada 13 ekor. Sepuluh untuk kabupaten/kota, satu untuk provinsi, dan dua untuk IKN,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPKH Kaltim, Selasa (12/5/2026).
DPKH Kaltim, kata Fadli, telah melakukan seleksi langsung ke daerah untuk menentukan sapi-sapi yang akan diusulkan kepada Sekretariat Negara (Setneg). Seleksi dilakukan kesehatan, kelayakan, hingga bobot hewan. “Ada yang bobotnya 800 kilogram, bahkan ada yang lebih dari satu ton,” katanya.
Salah satu sapi dengan ukuran terbesar direncanakan menjadi bantuan kemasyarakatan Presiden untuk tingkat provinsi yang diproyeksikan disalurkan ke Masjid Islamic Center Samarinda. Bobot sapi tersebut mencapai sekitar 1.070 kilogram. “Kalau yang untuk provinsi, rencananya di Islamic Center. Beratnya kurang lebih 1.070 kilogram,” ungkapnya.
Sementara itu, dua sapi bantuan Presiden untuk kawasan IKN masing-masing berbobot sekitar 950 kilogram dan 920 kilogram. Seluruh sapi yang dipilih merupakan jenis simental limosin dan brahman yang dikenal memiliki postur besar dan kualitas unggul.
Meski demikian, Fadli menegaskan penetapan akhir lokasi penyaluran tetap berada di tangan Setneg. “Kami hanya mengusulkan. Nanti yang menetapkan lokasi serta teknis penyalurannya tetap dari Sekneg,” jelasnya.
Pemerintah pusat juga memberi arahan agar sapi bantuan kemasyarakatan Presiden diprioritaskan berasal dari petani dan kelompok ternak lokal.Menurutnya, langkah itu menjadi dorongan penting agar peternak daerah semakin termotivasi mengembangkan usaha ternak mereka. “Tujuannya supaya peternak kita ikut tumbuh dan semakin semangat memelihara ternak, karena hasil ternaknya juga bisa dipilih menjadi bantuan Presiden untuk masyarakat,” tuturnya.
Fadli menilai keterlibatan peternak lokal dalam program bantuan kemasyarakatan Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Timur. Selain menunjukkan kualitas ternak daerah yang mampu bersaing, program tersebut juga membuka ruang lebih besar bagi peternak untuk berkembang.
“Ini bukan hanya soal bantuan kurban, tapi juga bentuk dukungan agar peternak lokal semakin bergairah mengembangkan ternaknya.” pungkasnya. (mell)