merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemangkasan Anggaran Buat Program Kebudayaan Kutim Terhambat, Bidang Kebudayaan Harus Kencangkan Ikat Pinggang

img 20251123 wa0004
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah.

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemangkasan anggaran yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berdampak langsung terhadap sejumlah program kebudayaan yang sebelumnya telah disiapkan sejak awal tahun. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim melalui Bidang Kebudayaan mengakui, sebagian besar kegiatan sektor budaya tidak dapat dijalankan karena pos anggarannya terkena kebijakan efisiensi. .

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menjelaskan, anggaran kebudayaan sebenarnya telah tercantum pada APBD murni tahun ini. Namun, setelah adanya penyesuaian keuangan daerah, pos tersebut terpaksa dihapus. “Di awal sudah masuk di anggaran murni, tapi setelah itu hilang, karena memang harus ada yang dikurangkan di efisiensi,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).

Penghapusan anggaran ini memaksa bidang kebudayaan melakukan penyesuaian secara drastis. Ia menyebut seluruh jajaran kini harus bekerja ekstra keras dengan keterbatasan yang ada. “Termasuk bidang kami pun, ya mengencangkan ikat pinggang ini dengan sekuat tenaga ya kan,” terangnya.

Meski begitu, dirinya menegaskan, hilangnya anggaran bukan berarti kegiatan kebudayaan terhenti sepenuhnya. Beberapa kegiatan tetap berjalan berkat inisiatif komunitas seni yang mengambil alih fungsi pelaksanaan. Menurutnya, geliat komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga hidupnya aktivitas budaya di Kutai Timur di tengah situasi anggaran yang terbatas.

Ia mencontohkan beberapa kegiatan yang tetap berjalan berkat dukungan komunitas, seperti program literasi mendongeng dan kegiatan seni lokal. “Ada beberapa hal ini kan sudah ada kegiatan saya laksanakan, seperti semangat mendongeng dan lain-lain. Itu semua terkelola semua, artinya dikelola oleh organisasi,” jelasnya.

Disdikbud sendiri kini memberikan dukungan non-keuangan sebagai bentuk keberpihakan, seperti peminjaman fasilitas, ruang kegiatan, dan dukungan teknis lainnya. “Tapi saya backup saya bantu terus, menyiapkan fasilitas tempat untuk mereka tampil,” tegas Padliyansyah. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *