merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Masjid Besar Ash Shabirin Siap Jadi Ikon Baru Samarinda Seberang Lewat Desain Futuristik

whatsapp image 2026 03 27 at 10.35.31
Wajah baru Masjid Besar Ash Shabirin di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, tampil futuristik dengan arsitektur unik dan modern. Masjid ini dirancang agar menjadi ikon kawasan sekaligus ruang ibadah yang nyaman bagi jamaah. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Wajah baru Masjid Besar Ash Shabirin di Jalan Bung Tomo kini menjadi ikon arsitektur baru di kawasan Samarinda Seberang. Setelah puluhan tahun tanpa renovasi besar, masjid tersebut tampil dengan desain futuristik.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan desain masjid sengaja dipilih berbeda dari bangunan sebelumnya agar memiliki karakter visual yang kuat dan mudah dikenali masyarakat. “Kita sengaja memilih desain yang unik, khas, agar bisa menjadi ikon baru di Samarinda, khususnya di Samarinda Seberang,” ujarnya saat meninjau pembangunan masjid.

Kesan futuristik bangunan masjid dirancang agar tetap terlihat jelas dari kejauhan, bahkan pada malam hari melalui pencahayaan yang menonjolkan identitas masjid. “Dari kejauhan kita bisa lihat bahwa di sana itu ada masjid. Jika malam hari maka lampu hias serta tulisan Allah itu akan kelihatan,” katanya.

Selain aspek visual, pembangunan masjid juga menjawab persoalan lama yang sebelumnya dihadapi jamaah. Pada desain lama, posisi bangunan berada lebih rendah dari badan jalan sehingga kerap tergenang air dan belum didukung penataan ruang yang memadai.

Pemilihan desain masjid, kata dia, tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga kekuatan struktur serta kenyamanan jamaah dalam menjalankan berbagai aktivitas keagamaan. “Selain dari sisi fungsi dan kekuatan struktur, juga sangat penting dari etika arsitekturalnya sehingga terpenuhi aspek keamanannya, terpenuhi aspek fungsinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan masjid dilakukan secara menyeluruh dengan total anggaran mencapai Rp20,7 miliar, yang mencakup pekerjaan struktur bawah, pelebaran kawasan, hingga pembongkaran bangunan lama sebagai bagian dari transformasi masjid.

Sebagai bagian dari proses transformasi tersebut, Pemkot juga berencana mendokumentasikan perjalanan sejarah masjid lama agar tetap menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Samarinda Seberang. “Setelah selesai, kita akan mendokumentasikan masjid lama beserta kegiatannya, supaya orang yang datang nanti tahu masjid ini pernah mengalami transformasi,” ujarnya.

Ia berharap dokumentasi itu dapat menjadi penanda perjalanan perubahan Masjid Besar Ash Shabirin dari masa ke masa sekaligus memperkuat nilai historisnya bagi masyarakat. Saat ini, pembangunan Masjid Besar Ash Shabirin telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai sepenuhnya dalam tiga bulan ke depan.

Lebih lanjut, ia berharap kehadiran masjid dengan wajah baru tersebut tidak hanya memperkuat fungsi ibadah, tetapi juga menjadi daya tarik baru kawasan Samarinda Seberang sekaligus kebanggaan masyarakat kota secara keseluruhan. “Mudah-mudahan masjid ini bisa bermanfaat dan terus menjadi kebanggaan kita, tidak hanya bagi Samarinda Seberang, tapi seluruh Samarinda pada umumnya.” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *