KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447/2026, aktivitas jasa penukaran uang pecahan baru mulai bermunculan di sejumlah titik jalan Kota Samarinda. Para penukar uang dadakan terlihat menawarkan jasa penukaran berbagai uang pecahan yang biasa digunakan masyarakat untuk kebutuhan Lebaran. Praktik tersebut dinilai memiliki risiko bagi masyarakat, terutama terkait keaslian uang yang diterima.
Kapolresta Samarinda, Hendri Umar mengimbau masyarakat agar menukarkan uang di lembaga resmi untuk memastikan uang yang diterima benar-benar asli. “Kita sarankan kepada masyarakat untuk penukaran uang ini diutamakan di tempat-tempat yang memang sudah bisa kita pastikan bahwa uang itu uang asli,” ujarnya.
Ia menjelaskan masyarakat dapat menukarkan uang melalui lembaga yang telah memiliki pengawasan resmi seperti Bank Indonesia (BI) maupun bank-bank pemerintah, serta lembaga perbankan resmi lainnya yang diakui keberadaannya.
Kepolisian, kata Hendri, tidak bermaksud melarang atau mematikan aktivitas ekonomi masyarakat yang membuka jasa penukaran uang di pinggir jalan. Namun, ia mengingatkan adanya potensi kerugian jika masyarakat tidak berhati-hati.“Kalau di pinggir jalan bukan berarti kita ingin mematikan ekonomi orang yang berjualan di sana, tetapi kita juga tidak bisa memastikan secara jelas apakah uang itu benar-benar asli atau tidak,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih teliti saat menukar uang, karena tidak menutup kemungkinan ada uang palsu yang diselipkan di antara uang asli dalam satu bundel.
Oleh karena itu, kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan penukaran uang yang disediakan lembaga resmi agar lebih aman dan terjamin. “Jadi saran utama kami, kalau menukar uang sebaiknya di bank resmi, seperti Bank Indonesia ataupun bank lain yang sudah diakui keberadaannya,” pungkasnya. (mell)