KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara resmi melepas keberangkatan kontingen wartawan yang akan berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Timur 2026 di Kota Balikpapan. Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh keakraban di halaman Kantor Bupati PPU pada Selasa pagi (03/11/2026).
Pelepasan kontingen ini dihadiri langsung oleh jajaran kepemimpinan Pemkab PPU untuk memberikan dukungan penuh serta motivasi moril kepada para awak media yang bertanding membela nama daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat para insan pers yang turut ambil bagian dalam ajang olahraga antardokumen pers se-Kaltim ini. Beliau menegaskan bahwa momentum Porwada bukan sekadar panggung kompetisi fisik semata, melainkan sarana mempererat persaudaraan.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Pada pagi ini kita bersama-sama hadir untuk memberikan motivasi dan melepas rekan-rekan wartawan yang mengikuti kegiatan Persatuan Olahraga Wartawan Indonesia di Balikpapan. Semoga dengan kegiatan ini Kabupaten PPU mendapatkan prestasi dan menjadi juara. Jika pada ajang sebelumnya di Bontang berhasil membawa pulang 7 medali, harapannya di Balikpapan ini bisa ditingkatkan hingga meraih 10 medali,” ujar Abdul Waris Muin di hadapan para peserta.
Meski menaruh harapan besar pada pencapaian prestasi, Wabup PPU mengingatkan para atlet wartawan agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kerendahan hati dan sportivitas.
“Selamat bertanding, selalu jaga kekompakan. Jangan merasa jemawa atau bangga diri karena pernah menjadi juara. Kualitas sejati bukan hanya dilihat dari kemenangan, melainkan bagaimana kita tetap rendah hati dan menjauhkan diri dari sifat sombong. Jaga kesehatan, jalin komunikasi dengan rekan-rekan, dan jangan berjalan sendiri-sendiri,” pesannya menambahkan.
Senada dengan Wabup, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PPU, Tohar, menekankan tiga esensi penting dalam keikutsertaan kontingen PPU pada Porwada Kaltim 2026, yakni esensi kegiatan silaturahmi, partisipasi cabang olahraga, serta makna prestasi dan prestise.
Menurut Tohar, esensi paling utama dari dibukanya ruang Porwada adalah menyambungkan tali kebersamaan antar sesama profesi jurnalis yang ada di Kalimantan Timur.
“Inisiator atau penggagas wadah kegiatan ini tujuan utamanya adalah menyambungkan kita semua. Awak media di Penajam, Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, hingga Kutai Kartanegara pada hakikatnya sama. Insan pers adalah perpanjangan peran dalam mencerdaskan masyarakat melalui pemberitaan berita yang objektif berdasarkan fakta empiris,” jelas Tohar.
Tohar juga menyelipkan pesan lucu nan menyejukkan terkait aspek fisik dan keselamatan para wartawan selama bertanding di lapangan. Merekap dinamika usia peserta, ia berpesan agar para wartawan senantiasa memprioritaskan keselamatan diri.
“Saya melihat rekan-rekan ini relatif masih muda. Namun untuk cabang olahraga yang sifatnya kontak fisik langsung (full body contact), utamakan keselamatan. Jangan sampai pulang dari Porwada ada yang cedera atau pincang. Kalau ada bola dan ada lawan mendekat, hindari saja. Karena ini adalah olahraga rekreasi untuk mempersatukan dan menyematkan persepsi bersama. Prestasi itu penting, tapi jangan jadikan beban utama; yang paling penting adalah silaturahmi dan kebersamaan,” imbuh Sekda PPU.
Sementara itu, Ketua PWI Penajam Paser Utara, Erwin, menyampaikan terima kasih atas arahan serta support penuh dari jajaran Pemerintah Kabupaten PPU. Ia menegaskan bahwa seluruh kontingen bertekad menjaga nama baik daerah dan tampil maksimal selama ajang berlangsung.
“Medali tentu menjadi nilai tambah dan pendorong semangat bagi teman-teman atlet di lapangan. Namun pada intinya, pelaksanaan Porwada ini adalah wadah silaturahmi kita bersama rekan-rekan pers dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan membawa hasil terbaik bagi Kabupaten Penajam Paser Utara,” pungkas Erwin.
(Adv134/diskominfoppu/udin.zacrez)