KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengingatkan masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di tengah kemarau dan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah. Ia meminta warga lebih teliti memilah informasi agar situasi yang sudah sulit tidak diperkeruh kabar palsu.
Imbauan itu disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial, belum lama ini yang melarang masyarakat menampung air hujan karena disebut berpotensi tercemar bahan yang digunakan dalam proses pembenihan awan atau cloud seeding.
Informasi tersebut sebelumnya telah diklarifikasi BMKG Samarinda. BMKG menegaskan tidak pernah mengeluarkan imbauan seperti yang tercantum dalam poster tersebut dan menyatakan terdapat kekeliruan informasi.
Di Samarinda sendiri, hujan masih dapat turun meski wilayah Kaltim berada dalam musim kemarau. BMKG menyebut hujan yang turun secara lokal tidak serta-merta berkaitan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), terlebih kegiatan OMC di Kaltim sebelumnya telah diselesaikan.
Helmi meminta masyarakat tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial sebagai rujukan tanpa lebih dulu memastikan sumber dan kebenarannya.
“Harapan kita masyarakat kita bisa memilah-milah, baik membuat berita maupun menerima berita itu,” kata Helmi, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran menjaga situasi tetap kondusif selama Samarinda menghadapi dampak kemarau. Informasi yang tidak benar dikhawatirkan justru menimbulkan keresahan di tengah warga.
“Jangan membuat berita-berita yang bisa menimbulkan huru-hara, bencana dan lain-lainnya,” ujarnya.
Selain persoalan hoaks, Helmi turut menyoroti kondisi air bersih yang kini menjadi kebutuhan penting masyarakat. Sejumlah wilayah Samarinda mengalami gangguan distribusi air akibat intrusi air laut yang menyebabkan kadar garam pada sumber air baku meningkat.
Kondisi tersebut membuat produksi dan distribusi air Perumdam Tirta Kencana sempat dihentikan di sejumlah titik. Warga pun mulai mengandalkan pasokan air alternatif dan harus mengantre untuk mendapatkan air bersih.
Perumdam Tirta Kencana tetap berupaya menjaga distribusi air kepada masyarakat setiap hari. Namun, keterbatasan sumber air membuat penggunaan air perlu dikendalikan bersama.
“Kita juga minta untuk menghemat penggunaan air karena memang dari pihak Perumda Tirta Kencana juga berupaya untuk mendistribusikan air setiap hari,” tambahnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat menggunakan air seperlunya selama kondisi kemarau masih berlangsung. Penghematan dinilai penting agar pasokan yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Harapan kita dari pihak masyarakat juga untuk berhemat, mempergunakan seperlunya,” tandas Helmi. (mell)