merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Lelang Proyek PUPR Samarinda Baru Bergulir, Ketidakpastian Dana Transfer Jadi Kendala

whatsapp image 2026 07 10 at 07.58.22
Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo. (Foto: mell/Kaltimvoice.id

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Sejumlah proyek infrastruktur Pemerintah Kota Samarinda baru mulai memasuki tahap lelang dalam beberapa waktu terakhir.

Lambatnya pergerakan proyek tersebut disebut dipengaruhi belum pastinya besaran dana transfer dari pemerintah pusat yang menjadi salah satu penopang kemampuan fiskal daerah.

Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo, mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap rendahnya serapan anggaran maupun progres fisik pembangunan yang hingga kini masih berada di bawah 30 persen.

Menurutnya, pemerintah kota tidak bisa terburu-buru menjalankan proyek sebelum memperoleh kepastian mengenai kemampuan anggaran yang dimiliki.

“Karena kita tahu kondisi hari ini memang masih bolak-balik terkait anggaran. Yang pasti dari pemerintah pusat itu berapa, itu yang masih ditunggu. Akhirnya baru mulai bergulir lelang sekitar bulan kemarin sampai bulan ini,” ujarnya.

Meski demikian, Arie menilai kondisi tersebut masih dapat dipahami. Ia menyebut keterlambatan bukan disebabkan minimnya perencanaan, melainkan karena pemerintah harus menyesuaikan pelaksanaan proyek dengan kemampuan keuangan daerah.

Di sisi lain, pemerintah kota juga masih memprioritaskan penyelesaian kewajiban pembayaran proyek tahun anggaran 2025 yang hingga kini masih menyisakan utang kepada kontraktor.

“Alhamdulillah pekerjaan tahun 2025 hampir semuanya sudah selesai. Tinggal tanggung jawab pemerintah kota yang belum selesai, yaitu pembayaran kepada kontraktor,” katanya.

Arie berharap setelah kepastian anggaran diperoleh, proses lelang dapat berjalan lebih cepat sehingga pembangunan infrastruktur tidak semakin tertinggal.

Ia juga mengingatkan agar proyek yang dijalankan tetap berfokus pada program prioritas daerah, terutama penanganan banjir dan perluasan layanan air bersih hingga mencapai target cakupan 100 persen pada 2029.

“Program prioritas kota hari ini penanggulangan banjir. Yang kedua jangan lupa target pelayanan air bersih 100 persen. Itu yang harus kita kejar, jangan sampai ada program lain yang justru menggeser prioritas tersebut,” tegasnya. (mell/Adv33/dprdsamarinda)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *