merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Ramai Saban Sore! Kampung Ramadan Temindung Jadi Etalase UMKM Lokal Samarinda

img 20260228 wa0006
Suasana ramai Kampung Ramadan Temindung yang menjadi pusat kuliner dan UMKM selama Ramadan. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Suasana sore di kawasan Temindung, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, berubah lebih ramai selama Ramadan. Kehadiran Kampung Ramadan Temindung tidak hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga melalui keterlibatan puluhan pelaku usaha lokal.

Sebanyak 50 tenant ikut meramaikan kawasan ini, terdiri dari 30 UMKM dan 20 tenant komersial. Beragam produk kuliner, minuman, hingga jajanan kekinian ditawarkan, menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Bagi pelaku usaha, kegiatan ini menjadi peluang memperluas pasar. Salah satu pelaku UMKM yang ikut meramaikan adalah Indah Yulita Sari, pemilik usaha Ayam Bakar Ma’Ci asal Tenggarong.

Nama “Ma’Ci” dipilih agar mudah diingat oleh pelanggan dan memiliki ciri khas tersendiri di tengah banyaknya usaha kuliner serupa. Ia menghadirkan menu andalan ayam bakar rendang yang menjadi favorit pengunjung.

img 20260228 wa0012
Indah Yulita Sari, owner Ayam Bakar Ma’Ci. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

Keikutsertaannya di Kampung Ramadan menjadi ajang untuk memperluas pasar sekaligus menguji peluang membuka cabang di Samarinda.

“Produk kami jelas ayam bakar, dan best menu kami itu ayam bakar rendang. Usaha ini sudah berjalan sejak 2018,” ujarnya.

Selain berjualan, usahanya juga memiliki program sosial bertajuk Jumat Berkah yang rutin berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan serta menjadi perantara bagi warga yang ingin bersedekah.

“Setiap Jumat Berkah kami berbagi makanan ke panti dan juga membantu orang-orang yang ingin bersedekah bersama,” jelasnya.

Indah mengapresiasi penyelenggara karena memberikan fasilitas lapak secara gratis serta membantu pelaku UMKM dalam pengurusan legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. “Di sini juga difasilitasi penerbitan sertifikat halal bagi UMKM yang belum punya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kampung Ramadan Temindung juga menjadi panggung bagi usaha baru untuk memperkenalkan produk. Anis Niehla, pemilik “MattchaBoy” yang memanfaatkan momentum ini sebagai ajang peluncuran bisnis minuman yang baru dirintisnya.

img 20260228 wa0009
Anis Niehla, owner MattchaBoy. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

Ia menjelaskan produknya berfokus pada minuman matcha dengan tambahan pilihan kopi dan susu untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. “Ini baru launching sekitar satu bulan, harapannya nanti bisa punya tempat tetap, bukan hanya di event saja,” ujarnya.

Sebagai usaha yang masih baru, tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga konsistensi pelayanan di tengah jumlah pengunjung yang kadang membludak. Meskipun demikian, ia berharap usaha yang dirintis dapat berkembang hingga memiliki gerai tetap di masa depan.

“Harapannya kami bisa punya outlet offline sendiri dan membangun bisnis yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Kampung Ramadan Temindung menjadi bukti bahwa kegiatan Ramadan tidak hanya menghadirkan suasana berburu takjil, tetapi juga membuka peluang ekonomi, serta membantu pelaku UMKM memperkenalkan brand mereka kepada masyarakat luas. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *