merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Demo Ribuan Massa di Samarinda Sempat Ricuh, Kapolda: Situasi Tetap Terkendali

whatsapp image 2026 04 21 at 22.08.54
Suasana aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026).

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/4/2026). Aksi mulai dipadati peserta sejak pukul 11.30 WITA di depan gedung DPRD Kaltim, sebelum kemudian bergeser ke Kantor Gubernur Kaltim sekitar pukul 14.30 WITA.

Aksi tersebut menyoroti tuntutan transparansi anggaran pemerintah daerah, khususnya terkait pengadaan mobil dinas dan pembangunan rumah jabatan Gubernur Kaltim. Massa juga mendesak DPRD Kaltim untuk menggunakan hak interpelasi sebagai bentuk pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Meski sempat berlangsung tertib hingga sore hari, massa tidak berhasil menemui Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Aksi sempat dinyatakan selesai pada pukul 17.30 WITA, namun situasi berubah pada pukul 18.00 WITA ketika terjadi kericuhan.

Sejumlah massa melempari aparat dengan batu dan botol air, memicu upaya penertiban oleh pihak kepolisian hingga sekitar pukul 19.30 WITA. Meski terjadi gesekan, aparat memastikan kondisi tetap terkendali tanpa adanya korban luka serius.

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, menyampaikan bahwa secara umum jalannya aksi tetap berjalan dengan baik dan aspirasi massa telah diterima oleh pihak terkait.

“Penyampaian aspirasi juga tadi sudah disampaikan di DPRD dan diterima oleh pimpinan DPRD. Kemudian juga disampaikan di kantor gubernur dan saya rasa itu sudah termonitor oleh Pak Gubernur,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung, meski sempat terjadi ketegangan di malam hari. “Alhamdulillah, pelaksanaan aksi unjuk rasa bisa berjalan dengan baik. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berupaya menjaga Kalimantan Timur tetap damai,” katanya.

Terkait kericuhan yang sempat terjadi, Endar menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan oleh aparat di lapangan. “Kalau untuk malam ini masih dalam tahapan yang wajar menurut kami. Dengan standar operasional yang kita lakukan, semuanya bisa terkendali, aman, tidak ada yang luka,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada beberapa orang yang diamankan pasca kericuhan, namun masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut. “Ada beberapa yang diamankan, tapi kita masih dalam tahap pemeriksaan. Pendekatan hukum represif akan kita kendorkan, kita lihat tingkat kesalahannya, kalau tidak fatal tentu akan menjadi pembinaan saja,” jelasnya.

Kapolda menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal aksi unjuk rasa, serta menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Ia juga membenarkan bahwa Gubernur Kaltim berada di kantor saat aksi berlangsung. Namun, audiensi tidak terjadi lantaran massa tidak menginginkan perwakilan untuk berdialog.

“Gubernur ada di kantor, tetapi pengunjuk rasa tidak menginginkan perwakilan untuk audiensi sehingga tidak terjadi pertemuan.” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *