merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

FKLT Unmul Kolaborasi dengan Industri Dorong Hilirisasi Minyak Atsiri dan Produk Aromatik Kalimantan

dsc00319
Industry Practitioner & Talkshow Series "Dari Alam ke Produk Aromatik" (Rz/Kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Dalam semangat peringatan Hari Kartini 2026, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Universitas Mulawarman menggelar kegiatan Industry Practitioner & Talkshow Series bertajuk “Dari Alam ke Produk Aromatik” di Gedung Bundar Kehutanan, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri dalam mengembangkan potensi minyak atsiri serta hasil hutan bukan kayu (HHBK) Kalimantan.

Acara yang digelar secara hybrid ini menghadirkan narasumber Ketua Asosiasi Peneliti Atsiri Indonesia (APAI) sekaligus Guru Besar Kehutanan Unmul, Prof. Dr. R.R. Harlinda Kuspradini, serta Founder Sicher Enterprise, William Sicher Wijaya, yang juga merupakan certificate scent creator.

dsc00357
RZ/Kaltimvoice

Dekan FKLT Unmul, Prof. Dr. Irawan Wijaya Kusuma, S.Hut., M.P., menegaskan bahwa pengembangan bisnis hasil hutan bukan kayu kini menjadi salah satu fokus utama sektor kehutanan. Menurutnya, potensi ekonomi dari komoditas tersebut sangat besar dan perlu terus didorong melalui peningkatan nilai tambah.
“Bisnis HHBK, termasuk minyak atsiri, merupakan bagian dari multiusaha kehutanan yang sangat prospektif. Kami telah memulai kajian sejak 2009 dan kini sudah menghasilkan berbagai prototipe, bahkan beberapa telah dikomersialkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat sebagai penyedia bahan baku, akademisi dalam pengolahan, hingga mitra laboratorium untuk pengujian mutu. FKLT Unmul juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk BRIN dan universitas luar negeri, guna memastikan pengembangan berbasis data ilmiah yang kuat.
“Potensi hutan tropis Kalimantan sangat besar, khususnya tanaman aromatik. Ini peluang ekonomi yang belum dimaksimalkan. Harapannya, bisnis ini semakin berkembang dan dikenal luas di masyarakat,” tambahnya.

dsc00314
Dekan FKLT Unmul, Prof. Dr. Irawan Wijaya Kusuma, S.Hut., M.P, Saat Menyampaikan Sambutan Sekaligus Membuka Acara TalkShow Produk Aromatik & Parfum (Rz/Kaltimvoice)

Sementara itu, Prof. Harlinda Kuspradini selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengangkat hasil riset dosen terkait biodiversitas tumbuhan aromatik Kalimantan agar tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi menjadi produk bernilai ekonomi.
“Melalui momentum Hari Kartini, kami ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian bisa dikembangkan menjadi produk aromatik seperti parfum, kosmetik, hingga produk kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini sejumlah peneliti Unmul tengah mendapatkan pendanaan program hilirisasi riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi hasil penelitian menjadi produk siap pakai bagi masyarakat.
Dalam kegiatan ini, FKLT Unmul juga menggandeng praktisi industri fragrance untuk memperkuat sinergi antara riset dan kebutuhan pasar. Selain talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan parfum yang diikuti peserta terbatas.

dsc00300
Ketua Asosiasi Peneliti Atsiri Indonesia (APAI) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Dr. R.R. Harlinda Kuspradini. (Rz/Kaltimvoice)

William Sicher Wijaya menyampaikan pentingnya inovasi dan diferensiasi dalam industri parfum. Ia menilai Indonesia, khususnya Kalimantan, memiliki potensi bahan baku alami yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal.
“Banyak tanaman lokal seperti Litsea dan bangle yang memiliki aroma unik, tetapi belum terekspos di industri hilir. Ini peluang besar untuk menciptakan produk yang berdaya saing global,” katanya.
Ia juga mendorong mahasiswa dan pelaku usaha untuk tidak sekadar meracik parfum dari bahan jadi, tetapi mengembangkan keterampilan artisan dan memanfaatkan bahan lokal sebagai keunggulan kompetitif.

dsc00289
William Sicher Wijaya, Founder Sicher Enterprise sekaligus certificate scent creator (Rz/Kaltimvoice)

Di sisi lain, peneliti minyak atsiri FKLT Unmul, Agmi Sinta Putri, menjelaskan bahwa penelitian terhadap tumbuhan aromatik Kalimantan terus berkembang, termasuk dalam mengkaji manfaatnya bagi kesehatan.
“Minyak atsiri dari hutan tropis memiliki potensi, seperti aktivitas antibakteri dan manfaat relaksasi. Ini yang kemudian dikembangkan menjadi produk aromaterapi, personal care, hingga parfum,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan ke depan juga diarahkan pada budidaya tanaman aromatik, termasuk di lahan pascatambang, guna mendukung keberlanjutan bahan baku.

dsc00375
peneliti minyak atsiri FKLT Unmul, Agmi Sinta Putri (Rz/Kaltimvoice)

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala LP2M Unmul dan Ketua PUI-OKTAL UNMUL, Prof. Dr. dr. Swandari Paramita, M.Kes., jajaran dosen, organisasi dosen perempuan Fakultas Kehutanan, serta puluhan peserta yang mengikuti secara langsung maupun daring.

c0930t01
Kepala LP2M Unmul dan Ketua PUI-OKTAL UNMUL Prof. Dr. dr. Swandari Paramita, M.Kes (Rz/Kaltimvoice)

Melalui kegiatan ini, FKLT Unmul berharap potensi biodiversitas Kalimantan dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan berbasis riset yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (MZh/Kaltimvoice).

dsc00296
(Rz/Kaltimvoice)
dsc00292
(Rz/Kaltimvoice)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *