KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Setiap kali hujan deras mengguyur, aktivitas belajar di SD Negeri 012 Sungai Kunjang nyaris selalu terganggu. Air yang masuk hingga ke ruang kelas membuat siswa terpaksa diliburkan, sementara guru harus berjibaku membersihkan lumpur yang tertinggal selama berhari-hari.
Kondisi itulah yang mendorong Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Dinas PUPR, BPKAD, Bagian Hukum, serta unsur kecamatan dan kelurahan turun langsung meninjau sekolah tersebut, Kamis (4/6/2026).
Plt Kepala SDN 012 Sungai Kunjang, Laode Akahan Haira, mengatakan persoalan banjir menjadi masalah utama yang dihadapi sekolah selama bertahun-tahun.
“Kami berharap bisa dibangun ulang. Karena kalau hanya direnovasi atau diperbaiki bagian yang rusak, itu kurang efektif. Permasalahan utamanya banjir,” ujarnya.
Menurut Laode, genangan air tidak hanya terjadi di halaman sekolah, tetapi juga masuk ke ruang kelas dan kantor dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Setelah banjir surut, lumpur tebal kerap tertinggal dan harus dibersihkan secara gotong royong oleh para guru.
“Anak-anak tidak bisa sekolah selama air masih menggenang. Setelah surut, guru-guru harus membersihkan lumpur dulu sebelum kegiatan belajar kembali berjalan,” katanya.
Ia menilai solusi paling tepat adalah meninggikan bangunan sekolah atau membangun konstruksi model panggung agar aliran air dapat langsung melintas di bawah bangunan.
Persoalan banjir juga berdampak terhadap minat orang tua menyekolahkan anak di SDN 012. Meski berada dekat dengan sejumlah kawasan permukiman, banyak orang tua memilih sekolah lain yang dinilai lebih aman dari ancaman genangan.
“Orang tua lebih memilih sekolah yang lebih jauh karena khawatir anaknya terganggu saat banjir. Padahal lokasi sekolah ini sebenarnya dekat dengan rumah mereka,” ungkapnya.
Saat ini SDN 012 memiliki 176 siswa yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar dengan dukungan 10 tenaga pendidik.
Kondisi tersebut kini masuk dalam perhatian Pemerintah Kota Samarinda. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan pihaknya sengaja turun bersama TWAP, Dinas PUPR, BPKAD, Bagian Hukum, serta unsur kecamatan dan kelurahan untuk melihat langsung kondisi sekolah.
Menurutnya, Disdikbud sebenarnya telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan SDN 012 sejak 2025 sebagai langkah awal penanganan.
Ibnu menjelaskan, dalam rancangan awal bangunan direncanakan ditinggikan sekitar 1,5 meter. Namun dari hasil diskusi di lapangan muncul usulan agar bangunan dibuat berbentuk panggung sehingga air tidak lagi terjebak dan menggenangi lingkungan sekolah.
“Ini menjadi bahan pertimbangan kami karena memang ada beberapa sekolah yang berhasil menggunakan konsep seperti itu. Harapannya persoalan banjir bisa ditangani lebih efektif,” katanya.
Ia memastikan SDN 012 masuk dalam daftar prioritas penanganan pemerintah kota. Jika kondisi keuangan daerah memungkinkan, pembangunan ulang sekolah tersebut ditargetkan dapat mulai direalisasikan pada 2027.
“Kita berharap tahun depan bisa terlaksana. Yang jelas sekolah ini masuk prioritas karena persoalan banjirnya memang harus segera ditangani.” pungkasnya. (mell)