merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Transformasi Pendidikan Kaltim Dimulai dari SMAN 10 Samarinda, Siap Cetak Lulusan Berkelas Dunia

whatsapp image 2025 10 10 at 13.51.31 8fcae4d9
Kawasan Lingkungan sekolah SMA Negeri 10 Samarinda. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Di tengah upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan nasional, Kalimantan Timur menorehkan capaian baru. SMA Negeri 10 Samarinda resmi menyandang status Sekolah Garuda Transformasi, satu-satunya sekolah di Kaltim yang masuk dalam program prioritas pendidikan nasional era pemerintahan Prabowo–Gibran.

Penetapan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan titik awal perubahan sistem pembelajaran di Kaltim menuju arah yang lebih modern dan berorientasi global.Melalui pendekatan SainsTek (Sains dan Teknologi), sekolah ini diproyeksikan menjadi pusat pembinaan generasi muda berdaya saing tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menilai transformasi tersebut merupakan momentum besar bagi Kaltim untuk menunjukkan bahwa pendidikan di luar Pulau Jawa juga mampu melahirkan lulusan berkelas dunia.

“Sekarang kita dorong lebih jauh agar mereka bisa kuliah di universitas terbaik dunia dengan pembinaan yang lebih terarah,” kata Armin, Jum’at (10/10/2025).

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltim menghapus seluruh biaya pendidikan untuk siswa kelas 10, termasuk fasilitas asrama (boarding school). Armin menyebut kebijakan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah menjadikan pendidikan unggul dapat diakses tanpa hambatan ekonomi.

Selain SMAN 10 Samarinda, Pemprov juga menetapkan dua sekolah lainnya sebagai sekolah unggulan daerah, yakni SMAN 3 Tenggarong dan SMAN 2 Sangatta Utara. Ketiganya akan mendapat perhatian penuh, mulai dari pembiayaan hingga dukungan beasiswa.

“Siswa angkatan baru sudah dibebaskan dari biaya apa pun. Untuk angkatan sebelumnya yang masih bayar, sedang kita proses penyelesaiannya,” ujar Armin.

Sementara itu, status hukum aset SMAN 10 yang sebelumnya dikaitkan dengan Yayasan Melati kini telah tuntas setelah adanya putusan tetap dari Mahkamah Agung. “Putusan Mahkamah Agung sudah inkrah, dan di PTUN juga kita menang. Jadi seluruh aset resmi menjadi milik SMAN 10,” tegasnya.

Untuk mendukung sistem pembelajaran baru, pemerintah provinsi juga menyiapkan relokasi kegiatan belajar ke kompleks baru yang lokasinya tak jauh dari gedung lama. Kekhawatiran warga terkait potensi banjir pun dibantah oleh Armin. Dia memastikan kawasan tersebut aman dari genangan.

“Yang tergenang hanya jalan di depan, bukan area sekolahnya. Relokasi direncanakan tahun depan sesuai surat dari Sekda,” katanya.

Gedung lama SMAN 10 tidak akan dibiarkan kosong. Pemprov berencana menjadikannya pusat pengembangan pendidikan Kaltim, tempat berbagai program pelatihan dan riset pendidikan akan digelar. Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran rehabilitasi bertahap untuk fasilitas sekolah baru yang akan dimasukkan dalam APBD 2026.

Armin menegaskan, arah pendidikan Kaltim kini bukan hanya berorientasi pada angka kelulusan, tetapi pada pembentukan karakter dan kemampuan bersaing di kancah internasional. “Kita ingin anak-anak Kaltim tidak hanya pintar di kelas, tapi juga siap bersaing di dunia,” pungkasnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *