merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Terik Puncak Kemarau Tempa Paskibraka Samarinda, Latihan Disiasati Demi HUT RI ke-81

whatsapp image 2026 07 16 at 14.31.29
Calon Paskibraka Kota Samarinda mengikuti pembekalan sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju HUT RI ke-81, Kamis (16/7/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Terik matahari yang mulai mendominasi langit Samarinda menjadi tantangan tersendiri bagi puluhan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda.

Di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus, mereka tetap menjalani latihan intensif demi mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Meski begitu, cuaca ekstrem tidak lantas membuat latihan dipaksakan berlangsung di bawah sengatan matahari sepanjang hari. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda telah menyiapkan pola latihan yang lebih adaptif agar kondisi fisik para peserta tetap terjaga.

Sekretaris Kesbangpol Kota Samarinda, Miftahurrizqa, mengatakan latihan calon paskibraka telah memasuki hari ke-16 sejak dimulai pada 1 Juli lalu. Sebanyak 42 pelajar yang terdiri atas 21 putra dan 21 putri saat ini masih menjalani latihan harian sebelum memasuki masa karantina pada awal Agustus.

“Latihan telah berlangsung sejak 1 Juli dengan melibatkan 42 calon Paskibraka, terdiri dari 21 putra dan 21 putri. Awal Agustus mereka dijadwalkan masuk karantina sebelum bertugas pada upacara HUT RI ke-81,” ujarnya usai Pembekalan Calon Paskibraka Kota Samarinda 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Kamis (16/7/2026).

Menurut Miftah, perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang terus dipantau selama proses latihan. Karena itu, pelatih dari unsur TNI, Polri, dan Purna Paskibraka diberi keleluasaan menyesuaikan metode latihan apabila suhu di lapangan dinilai terlalu ekstrem.

“Cuaca tentu menjadi pertimbangan. Teman-teman pelatih sudah sangat memahami situasi. Kalau harinya sangat terik, latihan bisa digeser atau diisi dengan pembekalan dan pencerahan, tidak harus terus berada di lapangan di bawah matahari,” katanya.

Selama Juli, seluruh peserta masih menjalani latihan dengan sistem pulang-pergi dari rumah. Aktivitas dimulai sejak pukul 07.00 Wita hingga sekitar pukul 17.00 Wita setiap harinya. Mereka baru dijadwalkan memasuki asrama sekitar 8 atau 9 Agustus untuk menjalani karantina hingga pelaksanaan upacara.

Di sisi lain, persiapan tahun ini juga dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya diberikan lebih dari satu kini disesuaikan, tanpa mengurangi substansi pembinaan maupun kualitas latihan.

“Kalau tahun lalu seragam kegiatan bisa dua setel, tahun ini kita sesuaikan menjadi satu setel. Begitu juga baju latihan dan konsumsi, semuanya menyesuaikan kondisi anggaran,” jelasnya.

Meski ada sejumlah penyesuaian, Kesbangpol memastikan kesiapan Paskibraka tetap menjadi prioritas. Beberapa agenda memang direvisi mengikuti kondisi yang ada, namun target utama tetap tidak berubah, yakni menghadirkan pasukan pengibar bendera yang siap menjalankan tugas dengan maksimal pada 17 Agustus mendatang.

“InsyaAllah tetap optimistis. Memang ada beberapa yang kita revisi dari perencanaan semula, tetapi target kita tetap sama, yaitu pelaksanaan pada hari H berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutup Miftah. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *