merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Semen dan Pasir Jadi Bapokting Baru, Kutim Perketat Pengawasan demi Stabilitas Harga dan Pembangunan

whatsapp image 2025 11 21 at 12.57.18 8ecfdb53
Ilustrasi bapokting semen

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan penyesuaian kebijakan dalam daftar bahan pokok penting (bapokting). Tidak lagi terbatas pada komoditas pangan, kini material konstruksi seperti semen dan pasir turut masuk daftar pengawasan karena berperan strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Jumat (14/11/25).

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menjelaskan, tren pembangunan dalam beberapa tahun terakhir mendorong kebutuhan tinggi terhadap material konstruksi. “Ketika pasokan semen kosong atau terganggu, bukan hanya pembangunan fisik yang terhenti. Harga bahan pokok lain ikut terdampak karena aktivitas pasar juga melambat,” ujarnya.

Kutim bukanlah daerah produsen semen. Seluruh pasokan bergantung pada daerah lain seperti Bontang, Samarinda, dan Surabaya. Hal ini membuat rantai distribusi sangat rentan terhadap gangguan cuaca, keterlambatan kapal, dan antrian bongkar muat. “Jika satu mata rantai tersendat, efeknya langsung terasa di lapangan. Itulah mengapa pengawasan bahan konstruksi kini sama pentingnya dengan pengawasan pangan,” katanya.

Untuk mencegah lonjakan harga akibat spekulasi, Disperindag memperketat pemantauan stok distributor. Pemerintah juga memastikan tidak ada pedagang yang menahan barang. “Stok harus bergerak. Kalau ada celah untuk permainan pasar, kami langsung turun,” tegasnya.

Pengawasan ini juga bertujuan menjaga keberlangsungan proyek strategis pemerintah. Keterlambatan suplai semen atau pasir dapat menghambat pembangunan fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, kantor desa, hingga infrastruktur jalan.

Dony menegaskan, perubahan ini adalah bentuk adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. “Kutim sedang bertumbuh. Kebutuhan pokok masyarakat hari ini tidak lagi sekadar makanan, tetapi juga material untuk membangun,” ujarnya. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *