merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Satu Tahun Rudy Mas’ud Pimpin Kaltim, Infrastruktur Dikebut, Gratispol Jalan Terus

img 20260224 wa0004
Ket. Foto: Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Genap satu tahun memimpin Kalimantan Timur, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memaparkan sejumlah capaian dan rencana lanjutan pembangunan. Rudy mengaku tak ingin menilai sendiri keberhasilannya selama setahun terakhir. Menurutnya, publiklah yang berhak memberi penilaian.

Namun demikian, Rudy menyebut ada beberapa pekerjaan yang berhasil dituntaskan, salah satunya Jembatan Sungai Nibung di Kutai Timur yang lama mangkrak. Proyek tersebut akhirnya bisa diselesaikan setelah melewati empat periode kepemimpinan sebelumnya.

“Insya Allah tanggal 24 ini kita laksanakan peresmian Jembatan Nibung. Setelah empat masa gubernur tidak bisa menyelesaikan, kita bisa selesaikan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Di sektor infrastruktur, ia membandingkan progres pembangunan jalan. Pada 2024, panjang jalan yang mampu dibangun masih terbatas. Sementara pada 2025, meski ia baru efektif bekerja sejak awal Maret, pembangunan jalan meningkat signifikan. “Kita bisa membangun jalan baru hampir 25 kilometer jalan di tahun 2025. Tahun 2024 hanya sekitar 4 kilometer,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, meskipun tengah menghadapi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari sekitar Rp21 triliun pada 2025 menjadi Rp14,25 triliun tahun ini, Rudy memastikan program pendidikan Gratispol tetap berjalan.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tengah menyiapkan anggaran Rp1,37 triliun untuk membiayai sekitar 158 ribu hingga hampir 159 ribu mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3. “Pendidikan adalah satu-satunya cara memutus rantai kemiskinan dan kebodohan. Karena itu Gratispol tetap kita jalankan,” tegasnya.

Jika nantinya terdapat sisa anggaran program tersebut, akan dialihkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan, khususnya gedung sekolah yang masih kurang di sejumlah daerah. “Tahun ini mungkin ada tiga sampai empat gedung sekolah yang kita bangun, termasuk di Balikpapan dan juga di Berau,” ujarnya.

Selain itu, pemprov menyiapkan pembangunan akses jalan di wilayah tertinggal dengan membuka jalur hingga kawasan Bongan dan kilometer 88. Jika anggaran telah tersedia dan disepakati bersama DPRD, pembangunan akan dilanjutkan hingga kawasan Sotek untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kita akan bangun aksesnya, paling tidak sampai Bongan dan kilometer 88. Kalau anggaran siap bersama DPRD, kita lanjutkan sampai ke Sotek menuju IKN,” katanya.

Rudy juga menyebut pembangunan fisik memang penting, namun peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama. “Intinya bahwa infrastruktur adalah modal dasar untuk membangun, tetapi yang paling penting adalah sumber daya manusia di atas segala-galanya.” tutup Rudy. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *