merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Libur Lebaran, Klinik Penitipan Hewan di Samarinda Diserbu, Slot Habis Sejak Sebulan Sebelumnya

img 20260325 wa0006
Dokter hewan yang bertugas di Pet Clinic cabang Jalan P. M. Noor, drh. Istiqvarani Sanputri. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Libur panjang Idulfitri tak hanya membuat arus mudik meningkat, tetapi juga memicu lonjakan penitipan hewan peliharaan di Samarinda. Salah satunya terjadi di Pet Clinic di Jalan P. M. Noor, Sempaja Selatan, yang merupakan cabang dari klinik pusatnya di Jalan Antasari. Setiap tahun, klinik tersebut mengalami lonjakan penitipan yang signifikan saat musim liburan panjang, terutama Idulfitri.

Dokter hewan drh. Istiqvarani Sanputri atau drh. Rani mengatakan, penitipan hewan selalu meningkat ketika memasuki momentum Lebaran karena banyak pemilik harus meninggalkan kota. “Kalau setiap ada hari-hari besar seperti Lebaran biasanya memang meningkat, karena banyak pemilik yang tidak bisa menjaga hewan peliharaannya saat libur panjang,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, bahkan jauh sebelum hari raya, kapasitas kandang penitipan sudah penuh akibat tingginya permintaan pelanggan. Sebagian besar pelanggan yang sudah memahami pola lonjakan ini biasanya melakukan pemesanan jauh-jauh hari agar tetap mendapatkan slot penitipan. “Biasanya yang sudah tahu sistem di klinik kami itu sudah booking sekitar satu bulan sebelumnya,” jelasnya.

Lonjakan tersebut terlihat kontras dibandingkan hari normal. Pada periode biasa, jumlah penitipan relatif rendah, yakni sekitar 5–6 persen. Namun, saat musim Lebaran meningkat hampir dua kali lipat.

Di cabang Sempaja sendiri, kapasitas penitipan mencapai sekitar 30 ekor hewan dengan dominasi kucing dan anjing. Meski demikian, klinik juga pernah menerima penitipan hewan lain dalam jumlah terbatas. “Di cabang Antasari kapasitasnya lebih besar lagi. Tapi memang yang paling banyak tetap anjing dan kucing,” katanya.

Untuk memastikan kenyamanan selama ditinggal pemiliknya mudik, klinik menyediakan kandang, pakan, air minum, pasir kucing, ruangan ber-AC, hingga pemantauan kesehatan langsung oleh dokter hewan.

Selain itu, kondisi hewan juga dilaporkan secara berkala kepada pemilik selama masa penitipan berlangsung. “Kondisi hewan kami kabarkan minimal dua kali sehari ke pemiliknya,” ujarnya.

Layanan penitipan sendiri menggunakan sistem pembayaran harian. Untuk kucing dikenakan biaya Rp40 ribu per hari, sementara anjing berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu tergantung ukuran kandang yang digunakan. “Kalau kucing Rp40 ribu per hari sudah termasuk kandang, makan, vitamin, air minum, dan pasir,” ungkapnya.

Sementara itu, menjelang berakhirnya masa libur Lebaran, sebagian hewan titipan mulai diambil pemiliknya secara bertahap seiring berakhirnya waktu liburan masing-masing keluarga. “Sudah ada sekitar empat sampai lima ekor yang diambil. Biasanya memang pulangnya bertahap karena jadwal liburan pemilik berbeda-beda,” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *