KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus menggalakkan program inovasi bertajuk “Gema Desa” (Gerak Maju Desa) sebagai langkah strategis mengoptimalkan potensi lokal serta mendorong kemandirian ekonomi desa di wilayah tersebut.
Kepala DPMD Kabupaten Penajam Paser Utara, Tita Deritayati, menjelaskan bahwa kehadiran program Gema Desa merupakan wujud nyata peran DPMD dalam membina, mengidentifikasi, hingga menginventarisir berbagai potensi yang dimiliki oleh 30 desa di Kabupaten PPU. Melalui wadah ini, potensi keunggulan tiap-tiap desa diangkat dan dipromosikan agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga.
“Gema Desa ini sebenarnya bentuk peran kita di DPMD dalam hal membina desa melalui inovasi. Melalui Gerak Maju Desa, kita mengidentifikasi dan menginventarisir potensi-potensi yang ada, kemudian dipromosikan agar dapat menjadi percontohan bagi desa lain,” ujar Tita Deritayati dalam keterangannya.
Tita menegaskan, seiring dengan tuntutan efisiensi anggaran, pemerintah desa diwajibkan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber daya lokal. Langkah mandiri ini diharapkan tidak hanya menggerakkan roda perekonomian masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Sebagai langkah konkret promosi, DPMD PPU memfasilitasi pembuatan konten publikasi mengenai keunggulan desa, baik dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun potensi pariwisata. Menurut Tita, karakteristik desa di Kalimantan, khususnya di PPU, memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan pedesaan di Pulau Jawa.
“Kondisi desa kita di Kalimantan, khususnya PPU, masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan informasi. Jika tidak dibantu dipromosikan, orang tidak akan tahu bahwa desa kita punya potensi besar. Inilah fungsi DPMD untuk menjembatani promosi produk unggulan dan pariwisata mereka,” tuturnya.
salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembanan awal dalam program ini adalah kawasan Babulu, khususnya Desa Babulu Laut. Desa tersebut dinilai memiliki kekayaan alam lokal yang sangat prospektif untuk dikembangkan, mulai dari komoditas perikanan hingga destinasi wisata bahari.
Babulu Laut dikenal memiliki komoditas unggulan kepiting soka yang bahkan telah menembus pasar ekspor. Selain sektor perikanan tangkap dan budidaya, kawasan ini juga menyimpan potensi wisata alam yang belum banyak terekspos masyarakat luas, seperti wisata susur sungai kawasan mangrove hingga keunikan fenomena ekosistem plankton.
Kendati demikian, Tita menekankan bahwa pengembangan potensi tidak berhenti hanya di satu desa. DPMD PPU mendorong terciptanya sinergi dan kolaborasi antar-desa dalam satu kawasan. Konsep integrasi ini diharapkan mampu menghadirkan paket wisata terpadu yang saling melengkapi.
“Harapan kita, desa-desa di kawasan Babulu dapat saling bekerjasama. Jika Babulu Laut mengandalkan potensi seafood dan kawasan mangrove-nya, desa tetangga bisa menyokong dengan potensi wisata sawah. Kolaborasi antar-desa ini membuat wisatawan yang berkunjung mendapatkan pengalaman yang beragam, tidak hanya berfokus pada satu objek saja,” pungkas Tita.
(Adv123/diskominfoppu/udin.zacrez)