merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Program Stiker Keluarga Miskin, Cara Kutim Wujudkan Bansos Transparan dan Tepat Sasaran

img 20251122 wa0027

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur (Dinsos Kutim) terus memperkuat transparansi dan akurasi data penerima bantuan sosial melalui Program Stiker Keluarga Miskin yang sudah berjalan sejak 2023. Program ini menjadi cara pemerintah memastikan bahwa keluarga penerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria kemiskinan.

Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menjelaskan, program tersebut dilakukan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Kutai Timur sudah menerapkan stiker miskin itu dari mulai tahun 2023. Jadi tahun 2023 ketika itu sudah kita verifikasi, masyarakat yang miskin kita verifikasi validasi ke masyarakat sesuai dengan data yang ada di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) waktu itu. Kita datangi per rumah, per Kartu Keluarga,” ujarnya, Sabtu (22/11/25).

Setiap keluarga miskin akan ditempeli stiker khusus sebagai tanda bahwa mereka tercatat sebagai penerima bantuan. “Jika memang masyarakat itu tergolong miskin, kita pasangi stiker masyarakat miskin dan menerima bantuan. Begitu, sampai sekarang juga masih tetap kita verifikasi,” kata Ernata.

Ia menegaskan, program ini bukan untuk mempermalukan warga. Menurutnya, warga yang benar-benar membutuhkan justru akan terbantu karena terbukti memenuhi syarat menerima program pemerintah. “Saya rasa ini adalah suatu kenyataan ya. Kalau memang masyarakat itu miskin tentunya mau ditempeli itu, tapi kalau memang sudah keluar dari kemiskinan tentunya dia sudah tidak mau,” ujarnya.

Program ini juga memperkuat fungsi graduasi, yaitu proses penghapusan data keluarga yang sudah tidak lagi miskin. “Kalau memang kita datangi sudah tidak memenuhi kriteria, sudah tergolong masyarakat mampu, itu kita graduasi namanya. Jadi kita keluarkan dari data kemiskinan,” jelasnya.

Seluruh 18 kecamatan di Kutim telah menerapkan program ini, dan Dinsos terus melakukan verifikasi berkala. Dengan mekanisme yang lebih transparan, pemerintah berharap bantuan sosial dapat tepat sasaran, bebas manipulasi data, dan benar-benar membantu warga yang membutuhkan. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *