merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Rudy Serukan Pemuda Kaltim Jadi Garda Terdepan Pembangunan

whatsapp image 2025 10 28 at 13.14.06 5d59bd94
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud berfoto bersama jajaran Forkopimda dan anggota Polisi Cilik seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Selasa (28/10/2025).(ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, menyerukan kepada generasi muda Bumi Etam untuk menyiapkan diri menghadapi peran strategis Kaltim sebagai pusat pemerintahan Indonesia pada tahun 2028.

Seruan tersebut ia sampaikan saat diwawancara setelah upacara di halaman GOR Kadrie Oening, Samarinda, Selasa (28/10/2025), yang turut dihadiri jajaran Forkopimda, pelajar, mahasiswa, serta para atlet daerah.

Rudy menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tahun 1928 harus dimaknai tidak sekadar sebagai simbol sejarah, tetapi diterjemahkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, kualitas, mental, dan karakter pemuda hari ini akan sangat menentukan arah kemajuan bangsa di masa depan.

“Pemuda adalah pilar utama negara. Bila pemudanya kuat, tangguh, dan berdaya, maka bangsa ini akan melangkah maju. Namun, jika generasinya lemah dan mudah menyerah, di situlah kita harus berbenah,” ujar Rudy Masud dengan nada tegas.

Ia mendorong agar para pemuda menumbuhkan pola pikir positif, memperkuat semangat kebersamaan, dan menatap masa depan dengan optimisme. Rudy menilai, pembentukan karakter dan mentalitas menjadi pondasi penting agar generasi muda mampu bersaing di tengah dinamika global dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah maupun bangsa.

Gubernur juga mengingatkan bahwa pemuda Kaltim harus siap menyambut kedatangan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia seiring perpindahan ibu kota negara. Menurutnya, kerja sama dan semangat gotong royong menjadi kunci untuk menjadikan Kaltim sebagai etalase terbaik bangsa.

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan bahwa perjuangan pemuda masa kini memiliki bentuk berbeda dari generasi terdahulu. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, kini perjuangan diwujudkan melalui karya, inovasi, dan prestasi yang membawa manfaat luas.

Ia menekankan pentingnya pemuda terus berkegiatan positif dan berkontribusi dalam setiap bidang. Mengutip semangat Sumpah Pemuda, Rudy mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di atas perbedaan. Ia menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus berlandaskan sikap inklusif, bukan terkotak dalam sekat-sekat kedaerahan. “Kita harus berpikir inklusif dan menjauh dari pandangan sempit kedaerahan. Sejak 1928, para pendahulu kita telah berikrar: satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Itulah semangat yang harus terus kita jaga,” tutupnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *