merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemprov Kaltim Pangkas Belanja, Gratispol Tetap Jadi Program Strategis Tahun 2026

img 20251205 wa0012
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.(ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan bahwa program layanan gratis atau gratispol tetap menjadi salah satu agenda strategis pada tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan di tengah tekanan fiskal akibat penurunan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mempertahankan akses masyarakat terhadap layanan dasar. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran yang cukup besar sebagai fondasi pelaksanaan layanan pendidikan dan kesehatan tanpa biaya pada tahun mendatang.

“Untuk mendukung penyelenggaraan layanan gratis di sektor pendidikan dan kesehatan, kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 triliun,” tuturnya pada Jumat (5/12/2025).

Ia tidak menampik bahwa kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan setelah terjadinya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Oleh karena itu, penyesuaian berbagai pos anggaran dianggap sebagai langkah yang tidak dapat dihindari.

Rudy menjelaskan bahwa pemangkasan sejumlah belanja menjadi strategi agar program prioritas tetap berjalan optimal. Pemerintah memangkas berbagai pengeluaran yang dianggap kurang mendesak. “Struktur belanja di seluruh perangkat daerah kami sederhanakan hingga sekitar 66 persen,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa penyesuaian anggaran tersebut tidak akan mengganggu pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat. Pemerintah menjamin bahwa kualitas pelayanan publik, khususnya yang menyentuh kebutuhan utama masyarakat, tetap berada pada standar yang ditetapkan.

Rudy menambahkan bahwa beberapa layanan dasar justru akan mendapatkan peningkatan pada tahun mendatang, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan. “Sejumlah layanan malah akan ditingkatkan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Pemprov Kaltim berharap langkah efisiensi ini mampu memastikan program gratispol 2026 berjalan optimal serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat, tanpa mengganggu stabilitas fiskal daerah.
(Adv/DiskominfoKaltim/ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *