KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Kawasan Citra Niaga yang selama bertahun-tahun identik dengan bangunan semrawut dan persoalan perizinan, kini bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Kota Samarinda menargetkan area tersebut bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih terbuka, tertib, dan ramah aktivitas warga mulai tahun 2026.
Transformasi ini merupakan kelanjutan dari langkah penertiban bangunan yang sebelumnya berdiri di luar ketentuan Hak Guna Bangunan (HGB) maupun dikuasai pihak ketiga tanpa izin yang sesuai. Mayoritas bangunan tersebut telah dibongkar, menyisakan hanya beberapa unit yang masih dalam proses penyelesaian.
Wali Kota Samarinda Andi Harun, menyebut penataan Citra Niaga tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan evaluasi pengelolaan aset kota. Saat ini, Pemerintah Kota juga tengah mengkaji kinerja Perumda Varia Niaga, termasuk pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026. “Pendalaman dan evaluasi sedang kami lakukan, termasuk paparan terakhir RKAP 2026 Perumda Varia Niaga,” kata Andi Harun, Kamis (25/12/2025).
Alih-alih membiarkan lahan bekas pembongkaran terbengkalai, Pemkot memilih memfungsikannya kembali untuk kepentingan publik. Skema penataan ulang telah disiapkan dengan estimasi anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang diusulkan untuk tahun anggaran 2026.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk sejumlah fasilitas penunjang aktivitas warga, mulai dari pembangunan toilet luar ruang, penataan ulang jalur pejalan kaki, penyediaan area parkir khusus sepeda motor, hingga pembenahan sistem drainase dan infrastruktur pendukung lainnya.
Menurut Andi Harun, salah satu fokus utama penataan adalah mengembalikan fungsi ruang yang sebelumnya menyimpang dari peruntukan awal. “Ada koridor yang seharusnya menjadi jalur jalan, tetapi sempat tertutup bangunan tambahan. Sekarang sudah dikembalikan sesuai fungsinya,” ujarnya.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar tujuh paket kegiatan penataan yang akan dikerjakan. Pemerintah Kota berharap perubahan ini tidak hanya memperbaiki wajah kawasan pusat kota, tetapi juga menciptakan ruang interaksi publik yang nyaman sekaligus menopang aktivitas ekonomi secara lebih tertib.
Dengan konsep tersebut, Citra Niaga diproyeksikan kembali menjadi salah satu simpul kehidupan kota. Andi Harun menegaskan penataan ini diarahkan untuk mengembalikan fungsi kawasan secara menyeluruh. “Kami ingin Citra Niaga tidak hanya rapi secara fisik, tetapi benar-benar menjadi ruang publik yang nyaman, tertib, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tandasnya. (ns)