KALTIMVOICE, SAMARINDA – Kawasan GOR Kadrie Oening Samarinda bukan hanya dikenal sebagai pusat aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi usaha kecil menengah (UMKM). Di balik hiruk pikuk para pengunjung yang berolahraga, ada kisah pedagang muda yang mampu melanjutkan warisan keluarganya sekaligus berkembang berkat binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim melalui UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO).
Alda (23), salah satu pedagang di kawasan tersebut, telah berjualan sejak 2023 setelah ayahnya yang lebih dulu membuka usaha meninggal dunia.
Kini, ia menjadi wajah baru UMKM yang tak hanya bertahan, tetapi juga semakin berkembang. “Kalau hari biasa bisa rP 200-500 ribu lebih, tapi kalau ada event besar penghasilan bisa sampai Rp 1–2 juta,” ungkapnya, Rabu (17/9/2025).
Produk yang ia tawarkan sederhana. Namun selalu diminati, mulai dari sosis bakar, pentol telur, telur gulung, hingga kentang goreng. Dengan harga rata-rata Rp10 ribu–Rp15 ribu, jajanan itu digemari berbagai kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua.
Dalam sehari, Alda bisa menghabiskan 8–10 pack sosis bakar dan frozen food lainnya. Di bawah binaan Dispora Kaltim, semua pedagang UMKM di GOR Kadrie Oening mendapat fasilitas rombong dagangan seragam.
Penataan ini tak hanya menjaga keindahan kawasan olahraga, tetapi juga memberi ruang kompetisi yang sehat di antara pelaku usaha. Menurut Alda, hal itu mendorong pedagang lebih kreatif dalam menonjolkan kualitas produk.
“Jadi kalau masalah bersaing itu tergantung dari kitanya saja, mungkin dari packaging, dari warnanya, atau rasa produk yang dijual,” jelasnya.
Event olahraga rutin seperti futsal, bulutangkis, hingga basket, menjadi momen penting yang mendongkrak penjualan. Bahkan, saat ada kegiatan besar seperti car free day yang digelar Bank Indonesia, omzetnya bisa melonjak berkali lipat. “Setiap ada event olahraga di GOR, UMKM di sini pasti ramai,” tutupnya. (ns)