merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Minat Kurban di Kaltim Diprediksi Meningkat, Kebutuhan Hewan Tahun Ini Tembus 18 Ribu Ekor

img 20260512 wa0007
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani saat menjelaskan stok hewan kurban di Kaltim, Selasa (12/5/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, kebutuhan hewan kurban di Kalimantan Timur diprediksi kembali meningkat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim mencatat, kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan menembus angka 18 ribu ekor, naik dibanding realisasi pemotongan tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kaltim, Fadli Sufiani, mengatakan pihaknya bersama Dinas Peternakan di kabupaten/kota telah mulai memetakan kesiapan stok serta kebutuhan hewan kurban di seluruh wilayah Kaltim. “Alhamdulillah, kemarin kami sudah koordinasi bersama kabupate/kota. Untuk ketersediaan saat ini kurang lebih 28.688 ekor,” ujarnya saat ditemui di kantor DPKH Kaltim, Selasa (12/5/2026).

Dari jumlah tersebut, kebutuhan hewan kurban pada Iduladha tahun ini diprediksi mencapai sekitar 18.525 ekor. Angka itu meningkat dibanding tahun lalu yang tercatat sekitar 17.890 ekor.

Menurut Fadli, prediksi kenaikan tersebut mengacu pada tren pemotongan hewan kurban dalam dua tahun terakhir yang terus mengalami peningkatan. “Kalau 2024 itu pemotongannya sekitar 11 ribu ekor, lalu 2025 naik menjadi sekitar 17 ribu. Makanya, tahun ini kami prediksi kebutuhan masyarakat juga meningkat,” katanya.

Ia menyebut, pemerintah memilih menyiapkan stok lebih besar guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Iduladha. “Kita lebih baik menyiapkan stok lebih banyak daripada nanti kebutuhan meningkat tapi ternaknya tidak tersedia,” lanjutnya.

Meskipun stok dinyatakan aman, Kaltim disebut masih bergantung pada pasokan luar daerah. Dari total ketersediaan sapi kurban, sekitar 70 persen masih didatangkan dari luar provinsi. Kemampuan peternak lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan atau sekitar 4 ribu ekor. “Itu berasal dari petani ternak, kelompok peternak, dan pelaku usaha lokal yang memang memelihara ternak tahunan,” jelasnya.

Selain sapi, DPKH Kaltim juga menyiapkan stok kambing, domba, dan kerbau. Untuk kambing, tersedia sekitar 9.422 ekor dengan kebutuhan diprediksi mencapai 6.713 ekor. Sedangkan domba disiapkan sebanyak 1.284 ekor dengan kebutuhan sekitar 779 ekor.

Fadli menyebut minat masyarakat terhadap domba mulai meningkat, tidak hanya untuk kurban tetapi juga pengembangan ternak. “Kalau kerbau memang peminatnya tidak banyak. Tahun lalu hanya sekitar lima ekor, tapi stok tetap kami siapkan,” katanya.

Sementara itu, harga hewan kurban tahun ini disebut cukup variatif. Untuk sapi, harga diperkirakan mulai Rp14 juta hingga di atas Rp100 juta, tergantung bobot dan kualitas ternak. “Kalau teknis kami berdasarkan berat hidup, sekitar Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram. Jadi tergantung ukuran dan kondisi ternaknya,” terang Fadli Sufiani.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli hewan kurban, tetapi juga memastikan kondisi ternak sehat dan memenuhi syariat Islam. “Yang penting hewannya sehat, tidak cacat, dan layak untuk kurban.” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *