KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Masalah rembesan air hujan atau tempias yang masuk ke dalam Gedung Pasar Pagi Samarinda hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah. Meski solusi penanganan tengah disiapkan, waktu pelaksanaannya belum dapat dipastikan.
Keluhan mengenai kondisi tersebut sebelumnya mencuat setelah hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Samarinda pada awal Januari 2026. Air hujan dilaporkan masuk ke area dalam gedung hingga menggenangi lorong di lantai enam, tepat di depan deretan kios pedagang yang baru mulai ditempati.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan genangan air di koridor pasar. Beberapa pedagang mengaku khawatir kondisi itu dapat mengganggu aktivitas jual beli, terutama jika hujan deras kembali terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Pasar Pagi Samarinda, Hendra Irawan, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan serta sejumlah instansi terkait untuk mencari solusi penanganan.
“Untuk yang tempias itu sudah kita diskusikan dengan Dinas Perdagangan, juga kita koordinasikan ke dinas-dinas terkait,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah membuat model atau mock-up penanganan sebagai uji coba solusi teknis di lokasi pasar. Konsep yang dirancang berupa sistem penutup dengan mekanisme geser atau sliding yang dapat difungsikan secara fleksibel sesuai kondisi cuaca.
“Jadi kemungkinan ini akan berupa sliding yang bisa difungsikan buka-tutup. Apabila ada curah hujan yang menimbulkan intensitas tempias cukup besar, itu bisa ditutup,” katanya.
Dengan sistem tersebut, pedagang dapat menutup area tertentu saat hujan deras dan membukanya kembali ketika kondisi cuaca normal. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menghitung secara rinci kebutuhan anggaran maupun cakupan pekerjaan yang diperlukan untuk penanganan di seluruh lantai gedung. “Belum, belum kami simpulkan sampai ke situ. Baru mock-up-nya saja,” ujarnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Hendra berharap solusi tersebut dapat direalisasikan dalam tahun ini setelah kajian teknis rampung.Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat ini bangunan Pasar Pagi Samarinda masih berada dalam masa pemeliharaan setelah proses serah terima pekerjaan dilakukan pada awal November 2025 lalu.
“Sekarang masih tahap pemeliharaan enam bulan setelah serah terima. Serah terima kemarin di awal November tahun lalu.” tutupnya. (mell)