merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pedagang Keluhkan Pasar Pagi Masih Lengang, Pemkot Samarinda Evaluasi Parkir dan Pola Belanja Masyarakat

img 20260606 wa0008
Pasar Pagi Samarinda. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Kondisi Pasar Pagi Samarinda yang masih sepi pengunjung menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Selain mengevaluasi sistem parkir, pemerintah juga menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan keluhan pedagang terkait minimnya pembeli tidak hanya terjadi di Pasar Pagi, tetapi juga dirasakan sejumlah pasar tradisional lainnya di Kota Tepian. “Bukan saja Pasar Pagi, hampir semua pasar sepi. Pasar Segiri mengeluh, Pasar Sungai Dama juga, Pasar Merdeka juga. Jadi memang ada beberapa faktor yang sedang kita evaluasi,” ujarnya.

Menurut Marnabas, salah satu aspek yang akan ditinjau adalah sistem parkir yang saat ini menerapkan tarif progresif. Selain itu, masih terdapat sejumlah pedagang yang belum menempati lapak yang telah disediakan di Pasar Pagi pascarevitalisasi.

“Ini sedang kita evaluasi terus. Pertama mungkin sistem parkirnya juga akan kita evaluasi. Kemudian sebagian pedagang juga masih ada yang belum masuk, dan itu sudah kita perintahkan,” katanya.

Fenomena lesunya transaksi di pasar tradisional sebenarnya telah terlihat dalam sejumlah pemantauan pemerintah. Saat inspeksi mendadak bahan pokok dan penting (bapokting) di Pasar Segiri menjelang Iduladha lalu, para pedagang juga menyampaikan keluhan serupa terkait menurunnya jumlah pembeli meski harga kebutuhan pokok relatif stabil dan stok tersedia.

Meski demikian, Marnabas menilai kondisi tersebut tidak semata-mata disebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Perkembangan perdagangan daring atau belanja online yang semakin masif juga turut mengubah kebiasaan konsumen.

Karena itu, Pemkot mendorong para pedagang untuk beradaptasi dan mencari strategi baru agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan pasar. “Dalam dunia bisnis kita tidak bisa hanya mengeluh. Kalau pihak lain bisa menarik pembeli, kenapa kita tidak? Yang harus dipikirkan bagaimana membuat masyarakat tertarik datang dan berbelanja,” tegasnya.

Ia mencontohkan, pelaku usaha yang berhasil umumnya terus berinovasi mengikuti selera konsumen, mulai dari desain produk hingga cara pemasaran. Pola pikir serupa dinilai perlu diterapkan pedagang pasar tradisional agar mampu meningkatkan daya tarik usahanya.

Menurutnya, pasar tradisional tidak bisa hanya mengandalkan kebiasaan lama. Pedagang perlu mulai memikirkan cara-cara baru untuk menarik konsumen, baik melalui pelayanan, penataan lapak, maupun strategi promosi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Ke depan, Pemkot Samarinda berencana memberikan edukasi kepada pedagang mengenai strategi pemasaran dan pengembangan usaha agar pasar tradisional tetap memiliki daya saing di tengah perubahan tren belanja masyarakat.“Yang kita coba lakukan adalah memberikan edukasi kepada pedagang, bagaimana caranya supaya orang tertarik datang berbelanja ke pasar.” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *