merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Martapura, Kota yang Sibuk Menyambut Tamu Haul Guru Sekumpul

img 20251227 wa0015
Para Jamaah Berdo'a di luar Kubah Guru Sekumpul (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, MARTAPURA – Haul Guru Sekumpul kembali menunjukkan Martapura sebagai simpul spiritual yang menyatukan jutaan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Kota kecil di Kabupaten Banjar itu seolah berdenyut lebih kuat dari hari biasanya, menyambut arus peziarah yang datang silih berganti mengikuti rangkaian haul ulama kharismatik tersebut.

Perubahan wajah kota terlihat jelas sejak beberapa hari sebelum puncak haul. Rumah-rumah warga dipenuhi tamu, halaman dan lahan kosong disulap menjadi tempat istirahat sementara, hingga kantong-kantong parkir dadakan. Sekolah-sekolah yang tengah libur pun dibuka menampung jamaah. Masjid dan langgar menjadi pusat aktivitas ibadah, tak hanya pada puncak acara, tetapi juga selama salat lima waktu.

Kepadatan jamaah memberi tantangan tersendiri, terutama saat waktu salat tiba. Shaf salat terisi penuh hingga ke pelataran bahkan ke badan jalan. Kondisi tersebut membuat suasana salat lima waktu menyerupai salat hari raya, sebuah pemandangan yang jarang ditemui di hari biasa. Meski demikian, ibadah tetap berlangsung tertib dan khidmat berkat kesiapsiagaan pengurus masjid serta remaja masjid yang mengatur arus jamaah, menambah fasilitas wudu, hingga mengoordinasikan pergantian shaf.

Kondisi serupa terlihat di sekitar lokasi utama haul. Sejak Jumat (26/12/2025) dini hari, ribuan jamaah telah memadati Jalan Raya Sekumpul menuju Langgar Ar-Raudhah. Agar bisa mendapatkan tempat di dalam langgar, jamaah harus datang jauh sebelum waktu Subuh. Bahkan sebelum azan berkumandang, area dalam langgar, pelataran, hingga akses jalan telah dipenuhi jamaah.

Meski sangat padat, suasana tetap kondusif. Jamaah saling menjaga, tanpa dorong-dorongan atau kepanikan. Salat Subuh berlangsung dengan khusyuk, dilanjutkan rangkaian “Jumat Berkah” berupa wirid Al-Qur’an dan doa bersama. Usai kegiatan, panitia membagikan makanan gratis kepada seluruh jamaah.

Selepas Subuh, jamaah bergerak menuju area makam Guru Sekumpul yang berada tak jauh dari langgar. Namun, pasca renovasi, area makam masih ditutup untuk ziarah umum. Spanduk pengumuman terpasang di pintu masuk, mengarahkan jamaah untuk berdoa dari luar area makam. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menjaga kekhidmatan haul dan menghindari aktivitas yang berpotensi melenceng dari tujuan utama ziarah.

Haul Guru Sekumpul bukan sekadar agenda tahunan, melainkan peristiwa sosial-keagamaan yang menghadirkan nilai kebersamaan, ketertiban, dan keteladanan. Di tengah lautan manusia yang beribadah dengan khusyuk, Martapura kembali menegaskan dirinya sebagai ruang refleksi spiritual, tempat banyak orang diingatkan kembali akan pentingnya ibadah dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *