KALTIM VOICE- BONTANG : Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) Kota Bontang, Eko Satrya, menegaskan bahwa pembangunan pabrik Soda Ash pertama di Indonesia di Bontang tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga memiliki sisi wisata industri yang berfokus pada prinsip industri hijau dan berkelanjutan.
Menurut Eko Satrya, pabrik ini dirancang untuk menjadikan Bontang sebagai pusat industri petrokimia yang efisien dan bertanggung jawab, sekaligus pusat hilirisasi industri gas, petrokimia, dan CPO. Dengan memanfaatkan ekonomi sirkular, pabrik ini diproyeksikan dapat menciptakan rantai industri baru, membuka peluang kerja signifikan, dan memposisikan Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa yang hijau serta inovatif.
“Keberadaan pabrik Soda Ash akan menambah poin keunggulan komparatif Bontang dibanding daerah lain, khususnya di sektor industri. Program Wisata Industri berbasis edukasi dan pengembangan SDM yang digagas DPC MASATA memungkinkan Bontang dikunjungi oleh kalangan industriawan, akademisi, maupun insan pra-kerja yang ingin meningkatkan kompetensinya,” ujar Eko Satrya.
Beberapa poin strategis keberadaan pabrik Soda Ash menurut Eko Satrya antara lain:
- Pusat Percontohan Industri Hijau
Pabrik ini menerapkan prinsip industri hijau, efisiensi industri, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui ekonomi sirkular. - Pemanfaatan Limbah
Sekitar 174.000 ton karbon dioksida (CO2) per tahun akan dimanfaatkan sebagai bahan baku, langkah inovatif yang mengurangi emisi gas rumah kaca. - Penciptaan Rantai Industri Baru
Pabrik mendorong tumbuhnya industri pendukung dan jasa, mulai dari jasa teknik, logistik, hingga industri hilir lainnya. - Potensi Penyerapan Tenaga Kerja
Selama konstruksi, pabrik diperkirakan menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. - Peningkatan Kapasitas SDM Lokal
Selain tenaga kerja konstruksi, kompetensi SDM lokal dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik ini, meningkatkan keterampilan masyarakat. - Penguatan Identitas Kota Bontang
Sejalan dengan visi Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa, pabrik ini mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo/Wakil Presiden Gibran terkait hilirisasi industri, memperkuat pengakuan nasional dan internasional terhadap Bontang. - Dampak Ekonomi yang Luas
Selain memberi nilai tambah bagi perusahaan dan nasional, pabrik ini mendorong pengembangan industri hilir dan membuka lapangan kerja yang lebih luas.
Eko Satrya menekankan bahwa pabrik Soda Ash di Bontang bukan sekadar proyek industri, tetapi juga strategi pembangunan berkelanjutan yang menguntungkan ekonomi lokal, lingkungan, dan masyarakat secara keseluruhan.(MZhra).