KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Kebakaran puluhan los pedagang sayur di Pasar Segiri,yang terbakar dini hari pada Kamis (26/3/2026) menimbulkan kerugian material signifikan. Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat untuk memulihkan aktivitas perdagangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso menyebutkan hasil kaji cepat menunjukkan total kerugian mencapai sekitar Rp12,5 miliar, meliputi bangunan, barang dagangan, dan beberapa kendaraan milik pedagang. “Kerugian dari bangunan, barang dagangan, dan kendaraan kurang lebih Rp12,5 miliar,” ujarnya usai rapat koordinasi lintas sektor tindak lanjut rencana pembangunan kembali pasca kebakaran los sayur Pasar Segiri, Jumat (27/3/2026).
Pembersihan dilakukan maraton oleh tim lintas sektor terkait untuk memastikan proses berjalan sesuai regulasi. Dua unit ekskavator dan enam operator diturunkan, dibantu lima unit truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta tambahan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk percepatan pengangkutan material sisa kebakaran.
Pembersihan, kata Suwarso, dilakukan secepat mungkin agar pembangunan kembali los pedagang bisa segera dimulai. Setelah itu, bangunan yang akan didirikan bersifat sementara menyesuaikan rencana revitalisasi Pasar Segiri yang dijadwalkan lebih permanen pada tahun depan.
“Arahan Pak Wali Kota jelas, supaya segera bisa dibangun kembali, yang penting perdagangan ini bisa segera berjualan kembali,” ujarnya.
Pemkot menargetkan proses pembersihan dan awal pembangunan los pedagang semipermanen dapat rampung dalam dua hari. Langkah tersebut diharapkan meminimalkan kerugian lebih lanjut bagi pedagang yang terdampak kebakaran.
“Kalau malam ini selesai pembersihan, besok pagi langsung bisa bergerak lagi. Target dua hari, kita berharap area sudah bersih total,” ujar Suwarso.
Beberapa pedagang sebelumnya melaporkan kehilangan barang dagangan senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Kita ingin memastikan perdagangan bisa kembali berjalan cepat dan pedagang bisa menata kembali usaha mereka.” tutup Suwarso. (mell)