KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Ironisnya, masyarakat di daerah ini masih harus berhadapan dengan pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim, Yulianus Henock Sumual. Menurutnya, persoalan pasokan listrik menjadi hal yang sulit diterima ketika daerah memiliki sumber energi yang melimpah.
“PLN juga jangan sering mati lampu. Listrik ya, PLN ini punya masyarakat,” kata Yulianus, Senin (14/9/2026).
Yulianus mengaitkan persoalan itu dengan batu bara yang selama ini menjadi salah satu sumber energi pembangkit listrik. Ia ingin batu bara yang tersedia di Kaltim tidak hanya keluar sebagai komoditas, tetapi juga ikut memastikan kebutuhan listrik masyarakat daerah terpenuhi.
“Stok batu bara itu yang ada di Kaltim harus digunakan terlebih dahulu di Kaltim, itu untuk PLN,” ujarnya.
Baginya, pemadaman listrik tidak semestinya menjadi persoalan yang terus berulang. Ia berharap PLN dapat menjaga sistem kelistrikan agar masyarakat bisa menjalankan aktivitas tanpa terganggu listrik yang tiba-tiba padam.
“Kita berharap PLN beroperasi secara baik-baik seperti biasa ya. Sekali lagi PLN harus jangan byar-pet,” tegasnya.
Persoalan energi di Kaltim juga merembet ke ketersediaan BBM. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU kembali menjadi perhatian, sementara Kaltim sendiri dikenal sebagai salah satu daerah kaya sumber daya alam.
Yulianus melihat kelangkaan BBM sebagai persoalan yang juga perlu segera dicari penyebab dan penyelesaiannya. Ia mempertanyakan bagaimana daerah penghasil energi justru harus menghadapi kesulitan mendapatkan bahan bakar.
“Harap kelangkaan BBM di Kalimantan Timur harus segera diatasi. Kaltim kaya sumber daya alam, jangan sampai BBM langka,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan ada persoalan yang tidak bisa dibiarkan berlarut.
“Kalau BBM langka berarti di Kaltim ada masalah ya, ada masalah di Kaltim, harus segera diatasi,” pungkasnya. (mell)