merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Inovasi Daerah Kaltim Makin Menguat Lewat Ajang Brida

img 20251210 wa0013
Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rachmad saat menyerahkan penghargaan Penganugerahan Karya Riset dan Inovasi Tahun 2025 (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Upaya memperkuat transformasi pelayanan publik di Kalimantan Timur kembali mendapat dorongan besar melalui ajang Penganugerahan Karya Riset dan Inovasi Tahun 2025 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para pelajar, perangkat daerah, hingga inovator lokal untuk menunjukkan karya terbaik mereka. Ajang ini tidak sekadar seremoni penghargaan, tetapi merupakan bagian dari ekosistem riset dan inovasi yang diharapkan mampu memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan. Beragam kategori dilombakan, mulai dari Lomba Inovasi Daerah PEPES IKAN PEDA, Lomba Roket Air Pelajar SMA/sederajat, hingga Lomba Karya Riset Pelajar. Selain itu, Brida turut memberikan sertifikat kekayaan intelektual kepada inovator yang karyanya telah terdaftar resmi, sebagai bentuk perlindungan terhadap hak cipta dan penghargaan atas kreativitas lokal.

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rachmad, yang membuka acara, menegaskan pentingnya inovasi dalam memperkuat kinerja pemerintah. Menurutnya, ruang seperti ini dapat memacu perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Penghargaan ini memacu perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan prima yang sesuai prinsip good government,” ujarnya.

Namun, tantangan inovasi juga tidak kecil. Ujang menyebut bahwa ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik semakin tinggi. Karenanya, digitalisasi perlu dipercepat agar instansi pemerintah dapat bekerja lebih responsif. Ia menekankan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut adaptif, terbuka pada ide baru, dan aktif berkolaborasi.

“Tindakan yang dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan membentuk karakter. Kreativitas lahir dari kolaborasi,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang. Tahun ini tercatat 25 inovasi dari 15 perangkat daerah provinsi dan 38 inovasi dari 10 perangkat daerah kabupaten/kota ikut berpartisipasi sebuah capaian yang menunjukkan antusiasme dan kapasitas inovatif daerah terus meningkat.

Melalui ajang ini, Brida berharap ekosistem riset dan inovasi di Kaltim semakin matang dan mampu melahirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Dengan semakin kuatnya budaya inovasi, Kaltim dinilai berada pada jalur yang tepat menuju tata kelola pemerintahan modern dan pelayanan publik yang lebih berkualitas. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *