KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan bahwa dukungan insentif bagi tenaga pendidik non-ASN tetap menjadi program prioritas hingga akhir masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Rudy Mas’ud–Seno Aji pada tahun 2030.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sebagai bentuk komitmen keberlanjutan terhadap kesejahteraan guru di seluruh jenjang pendidikan dasar. Program insentif tersebut telah berjalan sepanjang tahun 2025 dan kembali dilanjutkan
pada tahun-tahun berikutnya.
Pemprov Kaltim menilai pemberian insentif merupakan langkah penting untuk memperkuat motivasi dan profesionalitas para guru non-ASN yang selama ini masih menerima penghasilan relatif rendah, meski memiliki peran strategis dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia.
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa dukungan tersebut akan tetap diberikan selama dirinya dan Wakil Gubernur Seno Aji memimpin Kaltim pada periode 2025–2030. “Tidak perlu ada keraguan. Selama kami memegang amanah hingga 2030, bantuan insentif bagi guru non-ASN akan terus kami salurkan,” ujar Rudy pada Kamis (20/11/2025).
Hingga November 2025, Pemprov Kaltim telah menyalurkan insentif dengan total nilai mencapai Rp68,3 miliar untuk para guru non-ASN pada jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP. Selain itu, pemberian insentif juga mencakup guru di lembaga pendidikan keagamaan, seperti RA, MI, MTs, beserta para ustadz dan ustadzah.
Dalam distribusi triwulan ketiga dan keempat tahun ini, tercatat sebanyak 23.007 guru telah menerima tambahan penghasilan tersebut. Meski pendidikan dasar merupakan kewenangan kabupaten/kota, Pemprov Kaltim tetap mengambil peran untuk mendukung kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN sebagai bagian dari janji yang telah disampaikan sejak masa kampanye.
Secara keseluruhan, anggaran insentif guru non-ASN untuk tahun berjalan mencapai Rp76,6 miliar. Masih tersisa sekitar Rp8 miliar yang dijadwalkan akan disalurkan pada triwulan keempat.
Rudy juga mendorong guru PAUD dan TK yang belum memperoleh insentif untuk segera mengajukan permohonan. “Bagi guru non-ASN yang belum terdata, segera sampaikan usulan, karena masih tersedia sisa anggaran. Kami berharap tidak ada yang tertinggal,” tuturnya.
Dana insentif yang sudah tersalurkan tersebar di berbagai daerah, meliputi: Samarinda 3.452 guru, Bontang 1.899 guru, Balikpapan 2.376 guru, Kutai Kartanegara 4.634 guru, Penajam Paser Utara 1.465 guru, Kutai Timur 4.175 guru, Berau 1.884 guru, Kutai Barat 561 guru, Mahakam Ulu 393 guru, dan Paser 1.704 guru. “Kami memohon dukungan dan doa agar program ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi dunia pendidikan dan masyarakat Kalimantan Timur,” tutup Gubernur.
(Adv/DiskominfoKaltim/ns)