KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Isu implementasi program Gratispol yang tengah menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir kembali mengemuka saat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, hadir sebagai narasumber dalam program Speak After Lunch produksi iNews TV di Studio 8 iNews Tower, MNC Center, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Melalui dialog bertema “Implementasi Program Gratispol di Kalimantan Timur”, Sri memaparkan perkembangan terbaru dari program unggulan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Sri menegaskan bahwa meningkatnya perhatian masyarakat terhadap Gratispol dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tingginya ekspektasi publik terhadap upaya pemerataan layanan dasar.
Ia menilai momentum ini perlu dijawab dengan penyampaian informasi yang transparan mengenai progres di lapangan serta langkah penyempurnaan yang sedang berlangsung.
Dalam penjelasannya, Sri kembali menekankan bahwa Gratispol merupakan kerangka besar kebijakan Pemprov Kaltim yang mencakup enam sektor prioritas: kuliah gratis hingga S3, layanan kesehatan gratis dan berkualitas, seragam sekolah gratis, internet gratis untuk seluruh desa, umrah dan perjalanan religi gratis bagi marbut serta penjaga rumah ibadah, serta pembebasan biaya administrasi untuk kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Seluruh komponen dalam Gratispol ini telah berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan program ini hadir secara merata dan dapat diakses oleh seluruh warga tanpa hambatan,” ujar Sri.
Ia memaparkan data terbaru, di antaranya 32.854 penerima beasiswa kuliah gratis untuk jenjang S1 hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri. Di sektor kesehatan, 3.050 peserta telah diaktivasi dalam layanan gratis, sementara 15.045 lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi.
Untuk program internet gratis, 658 dari 841 desa sudah terhubung, dan pemasangan sisanya ditargetkan selesai dalam tahun berjalan. Pada bidang pembinaan keagamaan, sebanyak 1.083 warga telah diberangkatkan untuk umrah dan perjalanan religi gratis, terdiri atas 894 marbut dan 189 penjaga rumah ibadah.
Sedangkan untuk dukungan perumahan MBR, tahap awal APBD Perubahan 2025 menargetkan pembangunan 1.000 unit rumah. “Gratispol bukan sekadar program bantuan, melainkan upaya transformasi layanan publik untuk memperluas kesejahteraan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kaltim,” tegasnya.(adv/diskominfokaltim/ns)