KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur Fuad Fakhruddin mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim agar lebih serius mengembangkan sektor pariwisata, terutama yang berbasis sejarah dan budaya lokal. Menurutnya, momentum hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara harus dimanfaatkan agar melahirkan inovasi pada pengelolaan destinasi wisata di daerah.
“Jadi kalau kita ini kan, apa namanya, terlepas dari yang sudah-sudah lah ya. Kita berharap bahwa dengan sekarang ini boleh dikatakan anggaran besar, PAD-nya juga cukup besar,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Ia menilai, dengan dukungan anggaran dan potensi yang besar, sudah saatnya Pemprov Kaltim menghadirkan pembaruan di sektor pariwisata. Tidak hanya mengandalkan destinasi yang sudah populer, tetapi juga menggali potensi baru yang belum dikelola dengan baik.
“Kita berharap dengan hadirnya IKN, kita juga mendorong pemerintah untuk membuat sebuah inovasi. Bukan hanya dinasti-dinasti yang sudah ada, tetapi juga pembaharuan. Banyak tempat-tempat yang bisa dibuat untuk wisata, tetapi belum dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, salah satu potensi wisata sejarah yang belum tergarap optimal adalah peninggalan Kerajaan Kutai di Muara Kaman. Selama ini, masyarakat lebih mengenal situs sejarah di Tenggarong yang kini dijadikan museum, padahal asal muasal kerajaan Hindu tertua di Indonesia itu berada di Muara Kaman.
“Banyak orang tidak tahu bahwa asal muasal dari kerajaan Hindu itu ada di Muara Kaman. Nah, itu kenapa sampai sekarang belum tersusun? Yang kita inginkan adalah bagaimana cara supaya orang datang, hadir, dan memahami garis sejarah itu,” ujarnya.
Dirinya berharap pemerintah provinsi dapat memberi perhatian lebih terhadap pelestarian dan pengembangan kawasan bersejarah tersebut. Menurutnya, destinasi wisata sejarah seperti Kerajaan Kutai Kartanegara memiliki nilai penting, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi wisatawan nasional dan mancanegara. “Ini yang perlu kita dorong, supaya pemerintah provinsi bisa melestarikan dan mengembangkan destinasi sejarah ini. Karena salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia ada di sini, di Kaltim,” tegasnya. (yud)