merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Ada Temuan Selisih Berat LPG 3 Kg di SPBE Tanah Merah, Pertamina Lakukan Evaluasi

whatsapp image 2026 05 22 at 14.25.14
Tumpukan tabung LPG 3 kilogram di SPBE Tanah Merah, Samarinda. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Dugaan selisih berat pada tabung LPG 3 kilogram di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Tanah Merah, Jalan Poros Samarinda–Bontang ditemukan saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pemerintah Kota Samarinda menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan dari hasil pengecekan di lapangan ditemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian, khususnya dalam proses pengisian LPG. “Ada beberapa hal yang harus disikapi, mulai dari proses tabung kosong, pengisian, sampai hasil akhirnya. Itu semua harus jelas dan terukur,” ujarnya usai melakukan peninjauan, Kamis (21/5/2026).

Ia menekankan pentingnya akurasi alat ukur dalam proses distribusi LPG. Peralatan yang digunakan harus melalui kalibrasi secara berkala agar tidak menimbulkan perbedaan hasil pengukuran yang berpotensi merugikan masyarakat. “Peralatan harus dikalibrasi dengan baik. Ini penting supaya masyarakat mendapatkan kepastian terkait isi yang mereka terima,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, ditemukan adanya indikasi perbedaan hasil timbangan. Saefuddin menilai hal ini tidak seharusnya terjadi apabila pengawasan berjalan optimal sejak awal proses produksi.Persoalan tersebut akan ditindaklanjuti oleh tim satuan tugas (satgas) bersama instansi terkait guna memastikan penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa terulang.

“Seharusnya ini tidak perlu terjadi kalau kontrolnya bagus. Ada indikasi kelalaian dalam proses penghitungan timbangan,” katanya.

Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut VII Gas PT Pertamina Patra Niaga Regional Kaltimtara, M Angga Dexora, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi lebih lanjut sebelum menyimpulkan hasil temuan tersebut. “Ada beberapa hal yang perlu kami sikapi, namun untuk hasil pastinya kami harus berkoordinasi dulu dengan instansi terkait,” jelasnya.

Dugaan selisih tersebut, kata dia, bukan disebabkan oleh kebocoran tabung LPG. Menurutnya, setiap tabung yang tidak memenuhi standar kelayakan tidak akan diisi di SPBE.

Angga menjelaskan bahwa perbedaan yang ditemukan lebih mengarah pada hasil pengukuran timbangan yang tidak sama. Meski demikian, pihaknya masih akan melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan tingkat akurasi alat ukur yang digunakan.“Masalahnya ada di timbangan. Ada perbedaan hasil ukur, tapi ini perlu kami cek kembali ke instansi terkait,” katanya.

Secara umum peralatan pengisian tidak mengalami kendala. Namun, evaluasi tetap akan dilakukan, khususnya pada alat ukur yang digunakan dalam proses penimbangan. Menjelang Iduladha, Pertamina memastikan akan ada penambahan pasokan LPG untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, meskipun jumlah pastinya masih dalam tahap pendataan. “Yang pasti akan ada tambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *