merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Empat Hari Naik Rp15 Ribu, Harga Bawang Merah di Samarinda Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

img 20260608 wa0003
Suasana aktivitas jual beli di lapak sembako Pasar Segiri, Samarinda. Harga bawang merah melambung hingga Rp70 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Harga bawang merah di Pasar Segiri Samarinda mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Dalam rentang empat hari, harga komoditas tersebut naik dari Rp55 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Segiri, Adi (30), mengatakan kenaikan harga terjadi dari tingkat pemasok sehingga pedagang tidak memiliki banyak ruang untuk menahan harga di tingkat eceran. “Dari sananya memang naik, bukan kita cari untung,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, bawang merah yang sebelumnya didatangkan dari Sulawesi dijual sekitar Rp55 ribu per kilogram. Namun, kini pasokan beralih ke bawang asal Probolinggo dengan harga yang lebih tinggi, mencapai Rp70 ribu per kilogram.

Tak hanya bawang merah, harga bawang putih juga ikut merangkak naik. Harga per karung meningkat dari sekitar Rp410 ribu menjadi Rp610 ribu. Sementara harga eceran naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Adi menilai kenaikan harga dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari cuaca hingga berkurangnya hasil panen di daerah sentra produksi. “Kalau bawang merah itu panennya kurang karena lembab. Curah hujan terus-menerus juga berpengaruh. Mungkin rupiah yang juga bisa jadi faktor,” katanya.

Kenaikan harga tersebut sempat membuat sebagian pembeli terkejut. Namun, ia memperkirakan masyarakat akan kembali berbelanja seperti biasa apabila harga bertahan dalam beberapa hari ke depan. “Kalau masih awal orang memang kaget. Nanti kalau dua atau tiga hari harganya tetap, biasanya sudah mulai terbiasa beli lagi,” ujarnya.

Di tengah kenaikan harga bawang, biaya kemasan justru mulai melandai. Adi mengatakan harga plastik bening ukuran 15 yang biasa digunakan untuk membungkus barang dagangan turun dari Rp83 ribu menjadi Rp68.500 per ikat. “Baru sekitar tiga hari ini turun,” katanya.

Sementara itu, harga minyak goreng merek Rose Brand juga mengalami penurunan tipis. Untuk kemasan dua liter, harga eceran turun dari Rp47 ribu menjadi Rp46 ribu.

Adi menambahkan, komoditas yang paling sulit diprediksi pergerakan harganya tetap cabai. Dalam kondisi tertentu, harga cabai yang biasanya berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram dapat melonjak hingga Rp150 ribu bahkan Rp200 ribu per kilogram.

“Kalau yang paling enggak terduga itu cabai. Naiknya bisa sangat tinggi dibanding komoditas lain.” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *