KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Sungai di Samarinda dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Selain berfungsi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir, kawasan sungai juga didorong menjadi jalur transportasi alternatif hingga penunjang sektor pariwisata.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, saat menjelaskan perkembangan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sempadan Sungai yang saat ini masih berproses di tingkat pansus.
Menurutnya, pembahasan regulasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan banjir, tetapi juga menyangkut fungsi lingkungan, ekonomi, hingga penataan kota.
“Yang diharapkan dari pengelolaan sempadan sungai yang baik itu bisa membantu mengatasi persoalan banjir, kemudian membantu dalam penataan kota, kemudian fungsi ekonomi, fungsi lingkungan dan lain sebagainya,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Kamis (11/6/2026).
Rohim menjelaskan, salah satu tantangan yang masih dibahas adalah persoalan kewenangan. Sebab, pengelolaan sempadan sungai sebagian besar berada di bawah Balai Wilayah Sungai (BWS), sementara pemerintah daerah lebih banyak berperan mengusulkan kebutuhan penataan sesuai kepentingan daerah.
“Nah, ini yang masih kita cari celah-celahnya. Karena urusan sempadan sungai ini memang lebih banyak kewenangannya ada di pusat. Kalau pemerintah daerah sifatnya lebih ke supporting,” katanya.
Meski demikian, DPRD tetap mendorong agar penataan sempadan sungai nantinya mampu mengakomodasi kebutuhan Samarinda, termasuk penanganan banjir dan pemanfaatan kawasan tepian sungai.
Ia menilai fungsi sungai ke depan tidak boleh hanya sebatas menjadi tempat aliran air dan penampungan debit saat hujan. Revitalisasi sungai perlu dilakukan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jadi dia bukan cuma sekadar tempat air mengalir menjadi penampungan, tetapi kita berharap menjadi opsi transportasi untuk Samarinda,” ucapnya.
Menurut Rohim, sejumlah kota telah memanfaatkan sungai sebagai moda transportasi yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata. Konsep serupa dinilai dapat menjadi salah satu arah pengembangan kawasan sungai di Kota Tepian.
“Di Samarinda ini kita berharap nanti seperti di beberapa kota di luar negeri itu sungai punya fungsi transportasi sehingga dia juga nanti bisa punya fungsi ekonomi sebagai ekosistem pariwisata.” tutupnya. (mell/ADV2/dprdsamarinda)