KALTIMVOICE, SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur merespons temuan makanan tak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 13 Samarinda yang berada di bawah layanan SPPG Sungai Pinang.
Sejumlah siswa melaporkan bahwa menu yang diterima sudah berbau dan diduga tidak layak konsumsi. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menilai kejadian ini sebagai peringatan dini agar pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program MBG lebih diperketat.
Ia menekankan bahwa aspek penyimpanan maupun distribusi bahan pangan kerap menjadi faktor pemicu permasalahan. “Kasus seperti ini umumnya berawal dari proses penyediaan atau penyimpanan bahan makanan. Oleh karena itu, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Jaya menyampaikan bahwa tim kesehatan sudah diarahkan untuk menindaklanjuti laporan tersebut, sekaligus menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Menurutnya, perhatian yang serius sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang, apalagi sampai menimbulkan kasus keracunan.
“Perlu ada kewaspadaan dari seluruh pihak penyedia MBG sehingga insiden seperti di daerah lain yang berujung pada keracunan tidak sampai terjadi di Kaltim,” tegasnya.
Dinas Kesehatan, lanjut Jaya, terbuka terhadap setiap laporan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Informasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi demi peningkatan kualitas program di masa mendatang. Jika ditemukan indikasi pelanggaran atau kelalaian, pihaknya akan segera mengirimkan tim khusus untuk inspeksi lapangan.
“Kami akan menurunkan tim kesehatan, termasuk petugas gizi untuk melakukan pengecekan langsung. Ini penting, karena yang paling dirugikan jika ada masalah adalah masyarakat. Siang ini kami coba tindak lanjuti secara cepat,” tandasnya.(ns)