merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Dari Maroko, Rudy Mas’ud Bawa Gagasan Pendidikan dan Kesehatan Gratis untuk Kaltim

whatsapp image 2025 09 23 at 15.50.57 fc62d327
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud baru saja pulang dari kunjungan kerja ke Maroko pada akhir Agustus 2025. Lawatan ini semula bertujuan untuk memberi dukungan langsung kepada qari muda binaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim yang dipercaya mewakili Indonesia di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional cabang Tilawah dan Hafiz 5 Juz.

Kehadiran Rudy tidak sia-sia, Kafilah Kaltim sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara dua, sebuah capaian yang kembali diraih Indonesia setelah 13 tahun absen dari podium internasional. Prestasi ini, sebut Rudy, sebagai kebanggaan besar tidak hanya untuk Kaltim, tetapi juga untuk bangsa.

“Alhamdulillah, Kaltim berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih juara dua di antara 98 negara peserta. Ini pencapaian yang sangat membanggakan setelah lebih dari satu dekade,” ucap Rudy Mas’ud usai Rapat Paripurna DPRD Kaltim di Samarinda, Senin kemarin (22/9/2025).

Namun, bagi Rudy, perjalanan ke Maroko tidak berhenti pada urusan MTQ semata. Ia mengamati langsung kehidupan sosial dan pembangunan di negara Afrika Utara itu. Menurutnya, ada banyak hal yang bisa dipelajari untuk diterapkan di Kaltim, khususnya dalam bidang layanan dasar masyarakat.

Rudy menyoroti kebijakan pendidikan gratis yang diberikan pemerintah Maroko mulai dari jenjang PAUD hingga program doktoral. Selain itu, layanan kesehatan yang tidak dipungut biaya dan penyediaan makan siang gratis juga dinilainya sebagai contoh program yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Infrastruktur di Maroko sangat maju dan terawat meski mereka termasuk negara miskin di Afrika. Suasana di sana juga sejuk dengan suhu rata-rata antara 19 sampai 25 derajat Celsius,” jelasnya.

Melalui pengalaman itu, Rudy berharap Kaltim bisa mengambil inspirasi untuk memperkuat arah pembangunan ke depan.

Ia menilai, dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Kaltim seharusnya mampu menyediakan layanan publik yang lebih luas dan merata. “Harapan saya, pengalaman dari Maroko bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan kebijakan yang berpihak pada rakyat, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” tutupnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *