KALTIM VOICE, SAMARINDA – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Pengda Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Lokakarya Nasional Asta Cita 6 bertema “Peta Jalan 12 Rencana Aksi dan Cetak Biru Lingkar Tambang” di Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Samarinda, Senin (25/8/25).
Acara dibuka Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Dr. Bambang Arwanto. Hadir pula sejumlah narasumber, antara lain Ketua Forum PPM Minerba Kaltim Muslim Gunawan, Direktur Promosi dan Pemasaran Kepala Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal (DT) Dr. H. Yusra, Kepala Pusrehut Universitas Mulawarman sekaligus Ketua P-TALI Kaltim Ir. Ibrahim, serta Dewan Pakar PERHAPI Andi Erwin.
Keynote speech adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), Dr. Taufiq Madjid memaparkan materi melalui sambungan daring. Ia mengapresiasi terselenggaranya lokakarya ini dan berharap forum tersebut tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, dan pemerintah.
“Semoga Asta Cita Presiden Prabowo mampu membangun bangsa dan negara, khususnya untuk warga desa di seluruh Indonesia,” kata Taufiq.
Kontribusi perusahaan tambang melalui dana tanggung jawab sosial (CSR) menjadi sorotan. Wagub Kaltim Seno Aji menilai dana CSR dari sektor batu bara yang saat ini hanya Rp1.000 per ton belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Produksi batu bara kita 370 juta ton per tahun. Kalau CSR hanya Rp1.000, totalnya sekitar Rp370 miliar. Jumlah itu masih kecil. Kami minta dinaikkan jadi Rp10 ribu per ton sehingga bisa terkumpul Rp3,7 triliun. Dana ini akan sangat signifikan untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Kaltim,” tegasnya.
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menyebut angka Rp1.000 per ton tidak realistis agar mencapai kesejahteraan masyarakat.“Kalau dinaikkan menjadi Rp10 ribu, dana yang dihimpun bisa mencapai Rp3,7 triliun. Hal ini akan kita bahas lebih lanjut dengan Gubernur, Wakil Gubernur, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ketua PERHAPI Kaltim, Ir. Ahmad Helmi W menambahkan, lokakarya ini diharapkan mampu menyusun kerangka strategis untuk mendukung 12 rencana aksi Kementerian Desa dan DT yang nantinya dapat diterapkan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah lingkar tambang Kaltim. (yud)