merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Butuh Rp3 Miliar, Usulan Pembangunan Pendopo Jawa Dianggap Belum Prioritas

whatsapp image 2025 10 10 at 13.51.20 acc764dc
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak ingin gegabah dalam menanggapi setiap usulan pembangunan fasilitas budaya, termasuk rencana pembangunan Pendopo Jawa yang diajukan masyarakat Jawa di daerah ini. Pemprov menilai setiap keputusan pembangunan harus berpijak pada keadilan antar-etnis dan kemampuan fiskal daerah.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menjelaskan bahwa pihaknya memahami keinginan masyarakat Jawa untuk memiliki tempat berkumpul dan menampilkan identitas budayanya. Namun, Pemprov tetap memegang prinsip pemerataan agar semua kelompok masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan kebudayaannya.

“Kita pahami permintaan masyarakat Jawa untuk punya tempat berkumpul. Tapi karena kita juga lihat kondisi anggaran, kalau belum terlalu mendesak ya belum kita jalankan,” ujarnya, Jum’at (10/10/2025).

Seno menuturkan, sejauh ini beberapa etnis di Kaltim seperti Dayak, Banjar, dan Kutai telah memiliki rumah adat yang berfungsi sebagai wadah pelestarian tradisi dan kegiatan sosial budaya. Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan rencana pembangunan Pendopo Jawa tidak menimbulkan kesan diskriminatif, melainkan menjadi bagian dari semangat kebersamaan.

Menurutnya, Pemprov berupaya menjaga agar pembangunan di sektor kebudayaan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga berdampak nyata terhadap penguatan identitas daerah yang majemuk. “Tujuannya bukan hanya membangun satu etnis, tapi memastikan semua punya ruang yang setara untuk melestarikan budaya masing-masing,” jelasnya.

Terkait pendanaan, Pemprov memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp2 hingga Rp3 miliar. Namun, pelaksanaannya belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Ini mengingat masih menunggu kesiapan fiskal daerah dan tahap perencanaan teknis. “Kalau memang belum bisa tahun depan, ya dua tahun lagi kita lihat. Yang penting perencanaannya matang,” tambah Seno.

Proyek yang nantinya akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kaltim itu direncanakan menggunakan dana APBD Provinsi, sementara lokasi pembangunan akan disediakan langsung oleh komunitas masyarakat Jawa sebagai pengusul utama.“Mereka yang menyiapkan lahan, baru kami bantu pembangunan,” terang Seno.

Seno memastikan, desain dan konsep Pendopo Jawa akan mengusung semangat kebersamaan sebagaimana rumah adat etnis lain di Kaltim, seperti Lamin Dayak, rumah Banjar, dan rumah Kutai, yang mencerminkan keberagaman sebagai kekuatan daerah.“Kita ingin keberadaan pendopo ini menjadi simbol kesetaraan budaya, bukan sekadar milik satu etnis,” tutupnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *