merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bupati Mudiyat Noor Pacu Pembangunan Desa Berbasis Digital dan Ketahanan Pangan

img 20251204 wa0023
Pada pemaparan Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan komitmen percepatan pembangunan desa berbasis digital dan ketahanan pangan dalam pertemuan penyusunan strategi desa di Kantor Bupati. Ia menekankan pentingnya sinergi program dan optimalisasi dana desa agar masyarakat siap menghadapi perkembangan IKN. (Foto: kaltimvoice.id/udin.zacrez)

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), H. Mudyat Noor S.Hut, menegaskan komitmen kuatnya dalam mempercepat pembangunan desa dan kelurahan menuju kemandirian, digitalisasi, serta peningkatan ketahanan pangan. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan penyusunan strategi dan program prioritas pembangunan desa/kelurahan yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Kamis (4/12/2025).

Dalam paparannya, Mudyat menekankan bahwa kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah yang berdekatan langsung dengan PPU membawa peluang besar bagi masyarakat desa. Namun, ia juga mengingatkan bahwa transformasi wilayah IKN harus diimbangi dengan kesiapan desa-desa di PPU agar tidak tertinggal dari arus perubahan.

“Keberadaan IKN adalah peluang sekaligus tantangan besar bagi PPU. Desa-desa kita harus menjadi pondasi yang kokoh, mandiri secara ekonomi, dan siap menghadapi era transformasi digital,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Mudyat menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat arah pembangunan desa melalui penguatan perencanaan, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi. Menurutnya, digitalisasi desa bukan hanya soal jaringan internet atau aplikasi layanan publik, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat desa dapat mengakses informasi, meningkatkan produktivitas usaha, dan berpartisipasi dalam pembangunan berbasis data.

Ia juga menekankan pentingnya ketahanan pangan lokal sebagai salah satu prioritas strategis. PPU, dengan karakteristik wilayah yang luas dan potensi lahan yang besar, memiliki peluang untuk mendorong sektor pertanian, perikanan, dan peternakan agar lebih modern dan berkelanjutan. Pemerintah daerah disebutnya akan berupaya memperkuat kapasitas kelompok tani, memperluas akses pasar, serta meningkatkan hilirisasi produk berbasis desa.

“Kami akan fokus pada sinergi program, pemanfaatan optimal dana desa, dan penguatan kelembagaan ekonomi berbasis komunitas,” ujar Bupati Mudyat Noor.

Menurutnya, dana desa harus diarahkan pada program yang benar-benar efektif, mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sistem ekonomi lokal.

Mudyat juga meminta para camat, kepala desa, dan lurah untuk lebih inovatif dalam menyusun program, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan transparan dan terukur. Ia menegaskan bahwa desa harus menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan kolaborasi, terutama menghadapi perubahan besar akibat pembangunan IKN.

Dengan penekanan pada kolaborasi, digitalisasi, dan penguatan ekonomi komunitas, pemerintah PPU berharap pembangunan desa dapat menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memastikan desa-desa di PPU mampu bersaing dan berkembang di tengah dinamika kawasan IKN. (Adv/diskominfoppu/Asist I/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *