KALTIMVOICE.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU), Kalimantan Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merespons cepat penanganan pascabencana dengan menyisir langsung lokasi terdampak angin puting beliung di wilayah Kecamatan Penajam, Senin (2/11). Langkah tersebut dilakukan untuk memverifikasi tingkat kerusakan bangunan sekaligus mendata secara rinci kebutuhan material yang diperlukan warga guna memulihkan tempat tinggal mereka.
Pengecekan dan penghitungan faktual di lapangan ini memprioritaskan permukiman warga yang diterjang angin kencang di tiga kawasan coastal, yakni Kelurahan Pejala, Kelurahan Saloloang, serta Kelurahan Tanjung Tengah.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten PPU, I Gusti Putu Agus Dharma Sutiawan, di Penajam, Senin, menegaskan bahwa peninjauan langsung hingga ke titik-titik kerusakan merupakan tahapan vital untuk memastikan intervensi bantuan pemerintah daerah berjalan efektif dan terukur.
“Pendataan ini kami lakukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan material setiap rumah warga. Dengan begitu, bantuan yang nantinya disalurkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing warga,” ujar I Gusti Putu Agus Dharma Sutiawan.
Ia menjelaskan, BPBD tidak ingin berspekulasi dalam pengalokasian bantuan bahan bangunan. Pemeriksaan mendetail di tempat kejadian dinilai menjadi kunci utama agar paket bantuan rekonstruksi yang didistribusikan benar-benar tepat sasaran serta dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para korban bencana.
Dalam pelaksanaan operasi pendataan pascabencana tersebut, tim teknis BPBD PPU diterjunkan secara masif bersama jajaran aparat kelurahan setempat. Petugas mendatangi rumah demi rumah warga terdampak untuk menyisir setiap sudut bangunan, mengidentifikasi komponen atap maupun dinding yang mengalami kerusakan struktur, serta mencatat jenis hingga volume material yang harus dipasok.
Hasil dari validasi dan kalkulasi teknis di lapangan ini selanjutnya bakal dijadikan pijakan resmi bagi BPBD Kabupaten PPU dalam menentukan skema, jenis, serta kuantitas logistik bangunan yang disalurkan pada tahap pemulihan.
Melalui langkah konkret dan sistematis ini, Pemkab PPU berharap proses rehabilitasi hunian masyarakat dapat dipacu lebih cepat dan terarah. Dengan demikian, warga yang terdampak diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu dapat segera merestorasi rumah mereka dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan rasa aman serta nyaman.
Guna mengantisipasi adanya korban yang luput dari jangkauan penanganan, BPBD PPU hingga kini terus memperkuat sinergi dan jalur komunikasi bersama pemerintah kelurahan. Koordinasi ketat ini dilakukan demi menjamin seluruh warga terdampak telah tercatat secara komprehensif dan tidak ada satu pun kebutuhan mendesak masyarakat yang terlewatkan dalam masa pemulihan ini.
(Adv143/diskominfoppu/Prokopim/udin.zacrez)