merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Aruh Ganal Budaya Banjar ke-3 Digelar di Samarinda, Jadi Ajang Pelestarian Budaya

whatsapp image 2026 05 30 at 17.01.18
Ratusan masyarakat Banjar dari berbagai daerah berkumpul dalam Aruh Ganal Budaya Banjar ke-3 di Samarinda. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Aruh Ganal Budaya Banjar (AGBB) ke-3 digelar di Rumah Adat Bakuda Samarinda, Jalan Kadrie Oening, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya melestarikan budaya Banjar di tengah perkembangan zaman.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita ini dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, perwakilan Kesbangpol, serta masyarakat Banjar dari berbagai daerah.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan kegiatan ini membawa dampak positif karena mempererat hubungan antar daerah sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya.

Menurutnya, keberagaman suku di Samarinda justru menjadi kekuatan dalam membangun komunikasi yang baik melalui berbagai paguyuban.“Alhamdulillah, semua suku budaya ada di Kota Samarinda. Komunikasinya nyaman dan ini kan ada yang namanya ormas atau paguyuban-paguyuban. Kalau sudah berkumpul semua, gampang komunikasinya untuk memajukan kota,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan untuk memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Samarinda.“Semoga Laung Kuning bisa terus untuk membangun di Kota Samarinda, memajukan Kota Samarinda bersama-sama,” katanya.

Ketua DPC Laung Kuning Banjar Samarinda sekaligus Ketua Panitia, Isrian Syah, menyebut kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. “Alhamdulillah kegiatan hari ini yang kami laksanakan tiap tahun dari Laung Kuning Banjar. Insyaallah kami akan mengadakan lagi tahun depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan budaya Banjar. “Untuk lebih ke arah edukasi, khususnya anak-anak Banjar supaya bisa lebih melestarikan budaya dan adatnya, walaupun dengan modernisasi yang ada,” katanya.

Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 500 hingga 600 orang, berasal dari Samarinda maupun luar daerah seperti Balangan dan Sampit. Selain silaturahmi, kegiatan ini juga menampilkan kesenian, adat istiadat, serta kuliner khas Banjar sebagai bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat luas.

“Ini semacam ritual budaya Banjar, mengenalkan mulai dari keseniannya, adat istiadatnya, serta masakan-masakan khas Banjar.” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *