merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Andi Harun Turun Tangan Awasi Kenaikan Harga Menjelang Libur Nataru

img 20251210 wa0006
Pedagang yang berjualan di Pasar Tradisional Samarinda. (ns/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun baru (Nataru), harga kebutuhan pokok di Kota Samarinda mulai menunjukkan peningkatan. Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat dengan menyiapkan rangkaian langkah pengawasan agar gejolak harga tidak berkembang menjadi persoalan yang membebani masyarakat.

Kenaikan harga yang mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir membuat Pemkot Samarinda melakukan evaluasi bersama sejumlah instansi teknis. Fokus utama pemerintah bukan hanya menjaga ketersediaan stok, tetapi juga memastikan bahwa pergerakan harga masih berada dalam batas wajar tanpa adanya permainan pasar dari pihak tertentu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa pemerintah menurunkan BUMP untuk melakukan pengecekan langsung ke distributor. Pemeriksaan itu difokuskan pada pola distribusi, stok barang, serta kemungkinan adanya upaya penahanan barang menjelang hari besar keagamaan.

Menurut Andi, langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari tingginya kebutuhan masyarakat. Selain pemeriksaan terbuka, Pemkot juga menyiapkan pola pengawasan tertutup bersama aparat hukum.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak muncul indikasi kecurangan seperti penimbunan atau permainan harga. “Kita akan crosscheck ke beberapa distributor agar harganya tetap stabil. Ada upaya-upaya tertutup yang mungkin akan dilaksanakan oleh Polresta dan Kejaksaan untuk mengantisipasi itu,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Pengawasan lapangan juga menjadi strategi penting. Pemerintah telah menyiapkan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan gudang penyimpanan komoditas untuk memotret kondisi harga secara real time.

Jika ditemukan indikasi kecurangan, Andi memastikan tindakan hukum akan menjadi opsi penyelesaian. “Kalau ada tindakan yang sengaja menaikkan harga di atas harga normal, itu nanti urusannya pendekatan hukum,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah memahami bahwa tidak seluruh kenaikan harga dipicu permainan pasar. Lonjakan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru acap kali menjadi penyebab utama naiknya harga sejumlah komoditas.

Untuk menghadapi situasi seperti itu, Pemkot telah menyiapkan opsi operasi pasar yang akan dilakukan secara selektif dan terukur. Andi menekankan bahwa operasi pasar tidak bisa dilakukan secara berlebihan karena dapat mengganggu ekosistem perdagangan.

Menurutnya, distribusi barang dan aktivitas ekonomi para pelaku usaha tetap harus dijaga agar tidak tersendat. “Operasi pasar kita lakukan sebagai langkah terukur. Tidak bisa juga kita obral operasi pasar karena bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi. Inflasi mungkin bisa kita kendalikan, tapi perputaran ekonomi pengusaha bisa terganggu,” tambahnya.

Dengan seluruh langkah tersebut, pemerintah berharap situasi harga tetap terkendali selama periode libur akhir tahun. Andi menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara cermat dan terkoordinasi.“Semua serba terukur, hati-hati, tapi tetap waspada,” tutupnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *