KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus berupaya mengurai persoalan genangan air yang kerap menghantui kawasan perdagangan. Salah satu langkah konkret yang kini tengah berjalan adalah pembangunan drainase baru di sepanjang Jalan M. Khalid menuju Pasar Pagi.
Sejak beberapa pekan terakhir, deru alat berat dan aktivitas pekerja proyek mewarnai kawasan tersebut. Lokasi ini memang menjadi salah satu titik vital di pusat kota, tempat ribuan kendaraan dan warga berlalu-lalang setiap harinya.
Proyek senilai Rp11,565 miliar ini digadang-gadang mampu menjadi solusi permanen bagi permasalahan air tergenang yang kerap menghambat aktivitas perdagangan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda, Darmadi, menyebut pekerjaan membentang dari Simpang Tiga Diponegoro hingga ke area Pasar Pagi. “Di Pasar Pagi panjangnya sekitar 165 meter, ditambah 250 meter, jadi totalnya lebih dari 400 meter. Anggarannya Rp11,565 miliar karena memang cukup panjang dan masuk ke area Pasar Pagi,” terangnya, Sabtu (4/10/2025).
Untuk menghindari kemacetan di siang hari, pekerjaan dialihkan pada malam hari. Strategi ini dinilai efektif menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan yang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. “Kalau sebagian sudah kelihatan barangnya, tinggal finishing-nya. Kendalanya kalau kerja cuma malam, karena siang lalu lintas padat. Jadi malam kerja,” jelas Darmadi.
Meski dihadapkan pada waktu kerja terbatas, progres proyek ini disebut sudah melewati angka 50 persen. Pihak pelaksana berkomitmen menuntaskan pembangunan sesuai jadwal kontrak, yakni pada 14 Desember 2025. Rampungnya proyek drainase tersebut diharapkan menjadi titik balik dalam penanganan banjir dan genangan di kawasan Pasar Pagi.
Pemerintah menilai perbaikan saluran air ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kenyamanan bagi masyarakat dan pelaku usaha di pusat perdagangan kota. (ns)